Kabupaten Bogor – Bogor Update
Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam perlombaan Hari Ulang Tahun (HUT) BIG ke-48 mengadakan Lomba GeoInovation Boot Camp 2017 dan empat siswa SMP asal Garut masuk 10 besar inovasi terbaik. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Kantor Badan Informasi Geospasial, Jalan Raya Jakarta-Bogor km 46, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (17/10/17).
Keempat siswa tersebut telah menciptakan prototipe pemetaan pelajar yang berasal dari keluarga miskin. Mereka adalah Adilla Rachmawati Pradana, Rafli Muhamad Ridhwan, Rani Sandra yang merupakan pelajar asal SMPN 2 Garut dan Fathir Agung Cahya siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Garut.
ketua kelompok Adilla Rachmawati Pradana mengatakan, inovasi yang dilakukan bersama tiga rekannya tersebut mulai terinspirasi sejak duduk dibangku kelas 5 SD, karena di daerahnya banyak terdapat siswa dari keluarga miskin yang putus sekolah.
“Aplikasi yang dikembangkan dalam inovasi ini adalah setelah data lengkap, mulai dari nama, alamat, kondisi rumah berupa foto yang nantinya bisa diakses bebas oleh publik. Aplikasi ini masih berbentuk prototipe yang bisa dikembangkan lebih luas lagi,” ujar Adilla Panggilan akrabnya.
Menurut siswa Kelas 9 ini, bahwa dalam pengembangan inovasinya, Ia memberdayakan siswa SDN Regol 10 yang juga merupakan alumni nya. Mereka (Keempat pelajar kreatif) berhasil mengalahkan 250 peserta dari jenjang sekolah menengah bahkan beberapa perwakilan dari perguruan tinggi. Setelah berhasil lolos masuk 25 besar peserta GeoInovation Boot Camp 2027, para siswa masuk deretan 10 besar.
Adilla mengharapkan, kedepannya inovasi pemetaan ini bisa dikembangkan sehingga masyarakat umum terutama para donatur yang ingin membantu siswa mudah untuk mengakses dan mendapatkan data yang akurat yang selanjutnya donatur tidak ragu dengan keadaan pelajar dan dapat langsung memberikan donasi kepada yang membutuhkan,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin mengatakan, pihaknya berhasil menjaring sebanyak 270 aplikan dari seluruh Indonesia mulai dari pelajar tingkat SMP hingga S2 dari berbagai jurusan. “Ini baru pertama kali dilakukan, kriteria yang kami pilih salah satunya adalah yang inovatif dan memanfaatkan informasi untuk kepentingan luas,” kata Zainal.
Ia menambahkan, dirinya sempat memberikan tantangan kepada seluruh peserta, salah satunya adalah menciptakan aplikasi yang mampu mengirimkan bau.
“Kalau mengirim tulisan atau gambar kan hal yang biasa, makanya saya berikan tantangan untuk menciptakan bau, jadi kalau beli parfum misalnya bukan cuma tahu merk nya saja, tapi bisa tahu baunya seperti apa, hal-hal seperti itu kan inovatif,” imbuhnya. (Rie)
Editor: Tobing
