Hukum & Kriminal, BogorUpdate.com
Kepala Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor diduga melakukan pembohongan publik terkait galian C ilegal yang diduga di dalanginya.
Menurut nara sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bila lokasi galian C tak berijin di wilayah RT 03 RW 06 Desa Cijujung itu melakukan kegiatan pengeluaran objek tanah ke luar lokasi menggunakan truk tronton ukuran besar pengangkut tanah.
“Bohong itu kades, sudah tahu itu tanah dikeluarkan, dari RT 03 RW 06 di keluarkan ke lokasi tanah miliknya di wilayah RT 04 RW 05 Desa Cijujung,” kata dia kepada Bogorupdate.com, Senin (22/6/2020) malam.
Ia menjelaskan, jika pengakuan orang nomor satu di wilayah Desa tersebut hanya sekedar aktivitas berupa cut and fill (Pemerataan Tanah, red) tanpa mengeluarkan tanah dari lokasi galian itu merupakan kebohongan besar sang kades.
“Saya tahu bedanya Cut and Fill dengan galian yang dikeluarkan dari lokasi. Itu sangat berbeda jauh, maka jelas kades Cijujung ini sudah melakukan pembohongan publik atas persoalan ini,” tegasnya.
Selain itu, sambungnya, sepengetahuan dirinya jika ketua RT 03 maupun ketua RW 06 tidak dilibatkan dalam kegiatan galian ilegal tersebut.
“Setahu saya ketua RT dan RW tidak tahu menahu, apalagi si kades menyebut sudah berkoordinasi dengan ketua RT dan RW, itu bohong besar. Yang ada, hanya masyarakat di beri Rp20 ribu untuk sekali pengangkutan tanah yang menggunakan truk ukuran besar yang melintas di wilayahnya. Dan satu lagi, intinya galian itu tidak ada ijin apapun seperti ijin lingkungan seperti yang disebutkan kades Cijujung tersebut,” geramnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Cijujung, Wahyu Ardianto mengatakan, jika galian tanah merah yang berada di wilayah RT 03 RW 06 Desa Cijujung ini merupakan milik pribadinya.
“Memang itu punya saya, tempat saya itu sedang di cut and fill (Pemerataan Tanah, red),” kata Wahyu saat dihubungi Bogorupdate.com, Senin (22/6/2020) siang.
Menurutnya, kegiatan cut and fill itu tanpa adanya pengeluaran tanah ke lokasi tersebut ke tempat lainnya.
“Cuman cut and fill saja, enggak ada tanah yang kita keluarkan dari lokasi apalagi kita jual ke luar,” akunya. (Rul
Editor : End
