
BogorUpdate.com – Berperan sebagai salah satu pendiri, komunitas otomotif Sexy komitmen untuk turut andil dalam upaya menghantarkan Elly Rachmat Yasin, sebagai anggota DPR RI pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 nanti.
Menjadi tamu undangan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sexy ke-22, Elly Rachmat Yasin disambut meriah dan hangat komunitas yang bergerak dalam dunia otomotif tersebut.
Ketua Umum (Ketum) Sexy, Abdul Aziz Anwar mengatakan, pihaknya tidak akan mungkin bisa kacang lupa kulitnya terhadap sosok pendiri Sexy Auto Club yakni mantan Bupati Bogor Rachnat Yasin.
“Sexy Auto Club ini tidak bisa kacang kupa kulitnya, dikarenakan Sexy ini dibangun atau didirikan oleh seorang Pak Rahmat Yasin. Jadi, setiap kegiatan Sexy Rachmat Yasin Family pasti diundang,” ujar Aziz kepada wartawan, disela-sela kegiatan HUT Sexy ke-22, di Desa Cimanggis, Kecamatan Kemang, Senin (27/8/18).
Ia menegaskan, dirinya tidak akan umbar dukungan terhadap sosok istri Rachmat Yasin yang berniat jadi wakil rakyat Kabupaten Bogor di parlemen pemerintahan pusat. “Intinya kemarin saja Sexy ini mendukung Bu Ade Yasin maupun dua periode Pak Rachmat Yasin. Pasti sudah tau, arahan dukungan Sexy untuk siapa,” tegasnya.
Lebih lanjut Kades Cimanggis ini mengungkapkan, pihaknya beranggotakan belasan ribuan yang terdiri dari puluhan pengurus cabang se-Indonesia. “Kami memiliki anggota 12000 yang tersebar di Indonesia. Untuk di Kabupaten Bogor, anggota kami ada 6300,” ungkapnya.
Sementara itu, Elly Rachmat Yasin menerangkan, pihaknya menampung aspirasi khususnya komunitas yang didirikan oleh suami tercintanya itu, agar ditindaklanjuti Bupati terpilih yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Saya dan keluarga Rachmat Yasin lainnya sudah biasa hadir dalam HUT Sexy setiap tahunnya. Setiap tahun Sexy mengundang karena salah satu pendirinya Pak Rachmat Yasin. Artinya saya harus menampung dan mengakomodasi keluhan-keluhan komunitas Sexy, baik itu dibidang infrastruktur yang sangat dirasakan para pengemudi angkutan umum. Hal ini akan disampaikan kepada Bupati terpilih, sehingga persoalan ini dapat diurai hingga tuntas,” kata Elly.
Labih lanjut ia memaparkan, pihaknya juga akan mencetuskan perumusan regulasi pengemudi online dan pengemudi angkutan umum konvensional, agar tidak terjadi gejolak-gejolak sosial di lingkungan masyarakat.
“Regulasi untuk taksi online itu harus dirumuskan dengan duduk satu meja antara pemerintah, komunitas kendaraan online dan kendaraan umum konvensional itu. Artinya, bagaimana aturan-aturan yag dirumuskan itu tidak merugikan kedua belah pihak. Jadinya sama-sama menguntungkan dan beriringan dalam mengis rejeki di bidang angkutan umum,” Paparnya. (Eft/Do)
Editor : Tobing






