Foto ilustrasi (Net)
Kota Bogor, BogorUpdate.com
Setelah ditugaskan Walikota Bogor Bima Arya, Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati mulai garap persoalan transportasi dan angkutan yang hingga saat ini masih menjadi Pekerjaan Rumah ‘PR’.
Langkah pertama Syarifah, dirinya langsung mendatangi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor dan melakukan konsolidasi internal.
Sekda bersama Kadishub Eko Prabowo, berdialog bersama para Kabid, Kasi dan jajarannya membahas berbagai persoalan yang dihadapi, terutama program prioritas yang belum terselesaikan.
Menurut Syarifah, ada sejumlah program yang harus terus dijalankan dan dituntaskan, seperti program konversi angkot, rerouting dan lainnya.
“Tadi sudah disampaikan beberapa kegiatan, mulai dari konversi angkot kemudian pengaturan parkir kemudian juga TOD, dan tadi juga cukup banyak dibahas kedepan lebih diintensifkan lagi apa yang sudah dilakukan,” kata Syarifah kemarin.
Dia melanjutkan, saat ini ada dua inovasi yang sudah dilaksanakan juga, dan itu cukup bagus, yakni penataan parkir. “Mudah mudahan bisa terus dilanjutkan dan pelayanan uji KIR,” ujarnya.
Sementara, Kadishub Eko Prabowo menuturkan, kedatangan Sekda ini merupakan bentuk motivasi bagi Dishub Kota Bogor.
Diakuinya, memang banyak program yang harus diselesaikan menyangkut angkutan dan transportasi, termasuk rencana rencana strategis kedepan.
“Itu prioritas utama di bidang transportasi yang akan diselesaikan. Reduksi angkot terus berjalan. Untuk program konversi angkot atau rerouting juga terus dilakukan. Sejumlah inovasi juga sudah berjalan, diantaranya pelayanan berbasis online,” kata Eko.
Dijelaskannya, upaya penanganan transportasi diantaranya konversi angkot. Memang ada hambatan ketika dilakukam konversi dari angkot menjadi bus, itulah yang menjadi konsentrasi dalam penataan angkot kedepan.
“Soal angkot tadi, kita ditantang bisa engga dengan bus, nah kita akan coba nanti biayanya sarana prasarana pendukungnya seperti apa, bus listrik sepeti apa. Tetap kita mencoba mengsuport PDJT,” tandasnya.
Dihadapan Sekda, Eko juga menjelaskan beberapa inovasi tanpa anggaran, karena dalam kondisi pandemi covid-19. Ia juga menargetkan dalam penyelesaian persoalan program prioritas harus bisa rampung selama dua atau tiga tahun kedepan.
“Kita juga akan melaksanakan kerjasama dengan Kabupaten Bogor yaitu penanganan terminal batas kota yang sampai saat ini belum terwujud,” tandas mantan Kadispora itu.
(As/Bing)






