Bogor RayaHomePemerintahan

Tarif Naik!!! PDAM Genjot Mutu Pelayanan

 

BogorUpdate.com – Seiring naiknya tarif, PDAM Tirta terus berupaya meningkatkan pelayanan untuk memenuhi hak pelanggan, salah satunya dengan menekan angka kebocoran pipa yang hingga kini tercatat masih mencapai 30 persen.

 

Menurut Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bobor Ade Syaban Maulana mengatalan, dalam satu bulan kurang terjadi 30 titik kebocoran yang masuk dalam laporan.

 

“Kebocoran pipa ini kebanyakan disebabkan karena tekanan air meningkat seiring dengan mulainya musim penghujan,” kata Ade, Selasa (20/11/18).

 

Tetapi lanjut dia, meski jumlah kebocoran meningkat, tetapi penanganan dari pihaknya terus berjalan lancar dan sejauh ini tidak ada kendala.

 

Terlebih, PDAM  telah membentuk tim khusus pencari kebocoran untuk bantu menekan angka kehilangan air (water losses) yang masih cukup tinggi.

 

“Tim itu Active Leakage Control (ALC) yang bertugas mencari titik-titik kebocoran yang tak nampak secara kasat mata. Jumlah kebocoran saat ini terhitung 29 sampai 30 persen, tahun lalu tertinggi kebocoran selama satu bulan adalah 27 kali. Kali ini karena tekanan naik drastis,” ujarnya.

 

Syaban melanjutkan, kebocoran kali ini disebabkan, akibat debit air kembali normal setelah satu sampai dua bulan kebelakang mengalami penurunan yang cukup signifikan karena musim kemarau. “Jadi dengan debit air meningkat maka tekanan air drastis meningkat ke level normal,” jelasnya.

 

Selain itu lanjut dia, saat turun hujan cukup instens terjadi maka berdampak terhadap kekeruhan yang tinggi di tempat pengolahan air. “Dengan kekeruhan yang tinggi otomatis tekanan naik,” tambahnya.

 

Syaban menjelaskan, kebocoran biasa terjadi di pipa sambungan dikarenakan itu titik rawan bocor, selain itu rata-rata kebocoran terjadi pada pipa jaringan yang sudah lama dan seharusnya sudah dilakukan penggantian.

 

“Diketahui terjadi kebocoran biasanya di pipa lama yang disebut pipa AC. Untuk langkah antisipasi mengurangi kebocoran tim terus bergerak,” tuturnya.

 

Disinggung soal langkah jangka panjang, pihaknya menargetkan tahun depan kebocoran berada diangka 26 persen. Tetapi hal itu nampaknya agak sulit karena penggantian pipa AC berjalan perlahan dikarenkan harganya cukup mahal.

 

“Untuk menyiasatinya disetiap sambungan dipasang repair plate dengan pengadaan sebesar Rp2 miliar,” bebernya.

 

Diakuinya, pergantian pipa sejauh ini sudah berjalan diangka 40 persen dari 100 persen pipa untuk saluran pendistribusian air ke seluruh pelanggan. (As)

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Exit mobile version