BogorUpdate.com – Proyek revitalisasi halaman Balaikota Bogor yang menghabiskan dana Rp 1 miliar menuai sorotan, sejumlah pihak menilai nilai proyek tersebut tak realistis.
Ketua Lembaga Pemerhati Jasa Kontruksi Torik Nasution mengatakan proyek tersebut sarat kepentingan, karena minus manfaatnya bagi masyarakat.
“Anggaran mencapai Rp 1 miliar itu terlalu fantastis, dan jika dilihat tidak ada manfaatnya bagi masyarakat,” kata Thorik Selasa (18/09/18).
Bahkan dirinya mempertanyakan, bahan material apa saja yang dipakai dalam bangunan itu, dan ia menilai paling pake keramik yang biasa.
Masih kata Torik, semua pengunaan rakyat itu harus dilakukan secara transparan, di buka item-itemnya, apa saja dan diumumkan depan publik. Ada manfaatnya tidak buat masyarakat.
Ia menuding, di Pemkot Bogor banyak proyek tidak jelas, misalnya pedestrian yang menyempitkan jalan dan juga pembangunan Plaza Balaikota.
“Anggaran itu lebih baik digunakan untuk pelebaran Jembatan Otista atau bottle neck SSA. Makanya
saya akan minta RAB ke bagian umum soal hal ini,” tandasnya.
Sebelumnya, proyek Plaza Balaikota tersebut sempat gagal lelang. Namun bagian umum Pemkot Bogor kembali mengajukan ke ULP dan akhirnya terealisasikan.
Di konfirmasi, Kabag Umum Pemkot Bogor Yadi Cahyadi mengaku heran, karena gagal lelangnya halaman plaza Balaikota Bogor menjadi rame.
“Padahal ada puluhan paket dari setiap dinas, bahkan dinas Pendidikan yang mempunyai 50 paket itu semua gagal tapi tidak rame,” kata Yadi, Senin (18/09/18).
Yadi menjelaskan alasan dirinya merenovasi Plaza Balaikota Bogor, karena halaman kantor yang menjadi ruang kerja F1 dan F2 itu
belum pernah diperbaiki selama tiga puluh tahun.
“Ya, Plaza Balaikota ini akan di renovasi, nanti kita kasih gambar bunga bangkai karena saya tidak mau monoton,” jelas Yadi.
Untuk pengerjaan, dirinya menargetkan agar satu bulan bisa selesai. Dan setelah itu perbaikan akan dilanjutkan dengan memperbaiki platform atasnya balaikota serta terasnya,” tandas mantan Kabid Pertamanan itu. (As)
Editor : Tobing
