Mulyadi, Kepala Pasar Cileungsi
Cileungsi, BogorUpdate.com
Banyaknya keluhan konsumen pasar Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor terkait kendaraan yang diparkir didalam pasar sering hilang semakin melebar. Hal itu terjadi diduga karena diabaikannya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tidak dijalankan oleh PT Pesat Jaya Abadi atau Tegar Parkir, pihak ke 3 yang ditunjuk sebagai pengelola Parkiran Pasar Cileungsi.
Salah satu pengunjung Pasar Cileungsi, Rudi (31) mengatakan pintu masuk parkiran khusus untuk kendaraan roda dua sampai saat ini masih dalam keadaan rusak dan tidak mengeluarkan tiket. Meski begitu, pengunjung masih tetap bisa masuk walaupun tanpa tiket yang seharusnya menjadi bukti bahwa si pemegang tiket itu benar-benar parkir di area pasar Cileungsi.
“Saya kalau ke pasar Cileungsi gak pakai tiket juga bisa masuk, soalnya tempat tiket nya yang khusus motor rusak. Keluar juga tinggal kasih uang aja ga pernah ditanyain tiket,” ujarnya kepada Bogorupdate.com, Kamis (17/9/20).
Menurut Rudi, seharusnya pihak pengelola parkiran mengutamakan kenyamanan pengunjung. Kalau sampai disepelekan maka pengunjung yang akan jadi korban, apalagi sudah banyak yang kehilangan kendaraan. Dengan dijalankan SOP yang sudah semestinya, maka akan meminimalisir tingkat kejahatan seperti pencurian, hal itu dikarenakan setiap kendaraan yang keluar harus memberikan bukti bahwa yang bersangkutan itu benar pemilik motor contohnya memberika tiket masuk.
“Seharusnya diperbaiki plang tiketnya, jangan dibiarkan rusak nanti makin banyak yang jadi korban. Akhirnya pengunjung pasar Cileungsi enggan belanja di pasar lantaran khawatir kendaraannya hilang,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Pasar Cileungsi, Mulyadi mengatakan pihaknya sudah sering memanggil petugas maupun pengelola parkiran pasar Cileungsi. Namun, ketika ditanyakan berkaitan penerapan SOP mereka selalu berdalih bahwa sudah dijalankan dengan baik. Namun nyatanya, masih ada saja kendaraan pengunjung yang hilang.
“Saya sampai bosan panggil petugas dan pengelola berkaitan SOP karena sering hilang kendaraan. Tapi pihak mereka selalu beralasan sudah menerapkan dengan baik,” ujar Mulyadi saat ditemui diruangan kerjanya.
Mulyadi berjanji, dalam waktu dekat ini dirinya akan memanggil kembali pihak pengelola parkiran agar segera memperbaiki sistem dan penerapan SOP agar pengunjung pasar Cileungsi tidak ada lagi yang dirugikan. “Saya akan panggil lagi (pengelola-red,) minggu ini agar segera memperbaiki semuanya agar tidak ada lagi kejadian seperti motor hilang,” pungkasnya.
(Jis/bing)
