Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPendidikan

Tinjau MPLS di SNT Parung Bogor, Mendikdasmen Harapkan Bisa Hasilkan Indonesia Emas untuk 2045

×

Tinjau MPLS di SNT Parung Bogor, Mendikdasmen Harapkan Bisa Hasilkan Indonesia Emas untuk 2045

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti saat dimintai keterangan usai meninjau MPLS di STN Parung Kabupaten Bogor. (Erwin | Bogorupdate)

Parung, BogorUpdate.com – Kementerian Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) angkatan pertama secara serentak di 17 daerah Indonesia, salah satunya di SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, Senin, (10/8/2026).

Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa pembentukan SNT merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan untuk memberikan kesempatan dan pelayanan pada anak yang istimewa agar tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik.

“Hari ini kita melakukan langkah baru, sejarah baru karena SNT ini baru kita laksanakan pada periode ini,” ujar Mu’ti kepada wartawan saat meninjau MPLS di SNT 7 Parung.

Mu’ti menjelaskan, SNT itu terintegrasi dari jenjang SMP hingga SMA dengan masing-masing siswa antar jenjang 40 orang. Adapun, untuk total keseluruhan SMP dan SMA mencapai 80 orang.

“Jumlah 80 murid itu kami pertahankan dalam rangka menjaga mutu, murid-murid ini berprestasi atas rekomendasi kepala sekolah dan kepala daerah berdasarkan nilai TKA juga berdasarkan kemampuan akademik, seni, kemampuan lain, dan lulus tes skolastik,” katanya.

Untuk kurikulum pelajarannya, kata Mu’ti, sistem pembelajaran di SNT akan menggunakan SNT Nasional Plus.

“Kurikulum Nasional Plus itu keunggulannya dalam bidang bahasa, akademik, olahraga dan sebagainya. Kemudian, gurunya kita seleksi dari guru-guru yang sekarang ini guru yang memang sudah berpengalaman, khususnya para kepala sekolah,” bebernya.

Mu’ti menambahkan, para siswa yang berada di SNT itu seluruhnya mendapatkan beasiswa secara gratis serta sarana prasarana lengkap.

“Kita harapkan mereka punya kemampuan untuk dapat melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri dan bisa menghasilkan generasi emas untuk 2045 nanti,” tutupnya.

Sekadar informasi, 17 lokasi SNT yang melakukan MPLS secara serentak pada angkatan pertama ada di Kabupaten Bogor, Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *