Bogor RayaHomeHukum & KriminalNews

Tragedi Anak di Bojonggede Dianiaya Ibu Tiri Hingga Tewas, Pakar Tekankan Pentingnya Edukasi Keluarga

Video beredar terkait seorang bocah 6 tahun yang tewas usai diduga dianiaya ibu tirinya di Bojonggede, Kabupaten Bogor. (Tangkapan layar Video Amatir Warga)

Bojonggede, BogorUpdate.com – Peristiwa memilukan terjadi di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, di mana seorang bocah laki-laki berusia enam tahun berinisial MAA meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh ibu tirinya, RN (30).

Kejadian ini menyita perhatian publik dan mendorong banyak pihak untuk kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak di lingkungan keluarga.

Diketahui, dugaan kekerasan terjadi secara beruntun selama tiga hari, sejak Jumat (17/10/2025), dan korban menghembuskan napas terakhir pada Senin (20/10/2025).

Menanggapi kejadian ini, Direktur Pusat Kajian Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Visi Nusantara Maju, Asep Saepudin, menyatakan keprihatinannya dan mendorong semua pihak untuk memperkuat edukasi keluarga serta memperhatikan kondisi psikologis anak-anak.

“Ini bukan semata soal wilayah, tapi soal kesadaran bersama. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bisa terjadi di mana saja, dan edukasi keluarga menjadi kunci utama untuk mencegahnya,” ujar Asep kepada BogorUpdate.com, Rabu (22/10/2025).

Asep, yang juga mantan anggota Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, menekankan pentingnya peran pendidikan pra-nikah sebagai bagian dari upaya pencegahan konflik rumah tangga yang dapat berdampak pada anak.

“Setiap pasangan yang hendak menikah perlu memahami makna dan tanggung jawab dalam pernikahan. Di Kantor Urusan Agama (KUA) ada program wajib pendidikan pra-nikah yang bertujuan membekali calon pengantin agar siap secara mental dan emosional,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh agama dan lembaga pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait perlindungan anak serta membangun rumah tangga yang sehat dan aman.

“Pemerintah daerah bersama elemen masyarakat harus terus mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. Semua pihak punya peran untuk mencegah kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap anak,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama—mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah. Dukungan terhadap keluarga dan peningkatan edukasi sosial diharapkan dapat mencegah tragedi serupa di masa mendatang. (Erwin)

Exit mobile version