
Uus Sukmara, Plt kepala sekolah SMKN 1 Kota Bogor
BogorUpdate.com – Kekosongan tampuk kepala sekolah SMKN 1 Kota Bogor setelah dipegang oleh Uus Sukmara yang juga kepsek SMKN 3 Kota Bogor, tampak memberikan jaminan mutu akan kualitas dan standar pendidikan sekolah. Catatan wartawan akan kualitas dan standar layanan public dirasakan memuaskan. Kiat dan rahasia itu, selidik punya selidik rupanya buah peran dari kehumasan dan public relation. Sekolah inipun maju lebih dari sekolah lain dengan tangan dingin sang ibu kacamata, Siapa dia?.
Pada, Jumat (11/1/19) siang ditemui di SMKN 3 Kota Bogor, Uus Sukmara menyambut kedatangan wartawan diruang kerjanya, lalu membincangkan seputar pendidikan SMKN dikota Bogor, yang diulas dalam suasana ringan dan padat. Menurutnya sinergi dan upaya membangun persepsi itu komitmen tinggi dalam komunikasi, maka pihaknya selalu menyambut baik wartawan dan informasi yang akan dicroscek.
”Saya selalu welcome dengan wartawan, apalagi sudah lama mengenal karakter dan pengalaman selama ini,” ungkapnya.
Dilain hal menurut penuturan Uus Sukmara, peran waka Humas disekolah SMKN 1 saat ini yang diemban Nani Maryani, S.Pd, selain guru mengajar rupanya ibu kacamata inipun aktif disejumlah event kegiatan, maka tak ayal dia dikenal sebagai MC kondang. Dalam satu kesempatan mendampingi siswa dan siswi bertanding akademik ditingkat nasional hingga menoreh tinta emas sempat dialaminya. Pengalaman
berangkat ke Kota Mataram dan Lombok, saat lomba LKS tingkat nasional masih berbekas, dimana satu hari setelah diberi pembekalan dilanjutkan ke Bandara Husein Sastranegara yang merupakan tempat pemberangkatan menuju Lombok Internasional Airport. Setibanya di Kota Mataram, dia dan rombongan bergegas ke Hotel Meridien Lombok untuk registrasi dan di sana dirinya di sambut hangat ketua panitia LKS dari NTB. Seluruh rombongan didata berdasarkan database yang sudah diawasi berdasarkan data online secara komputerisasi. Data tersebut harus benar-benar cocok dan sesuai data, ditambah juga cross check dan registrasi karena semua peserta setelah diregistrasi dengan kelengkapan identitas LKS sebagai bukti dan tidak boleh dilepas.
Setelah itu, lokasi yang digunakan untuk lomba LKS di pusatkan di Lombok City Centre (LCC) yang lokasinya tak jauh dengan pelabuhan Senggigi. Untuk menuju ke lokasi, peserta menggunakan Bus dan memerlukan waktu sekitar 30 hingga 40 menit. Lomba LKS tersebut berlangsung tiga hari. Selama lomba diisi dengan teori dan praktek mata uji dengan judul ‘Touris Industri’. Karena bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), seluruh peserta dan pendampingan dari perwakilan 34 provinsi mengikuti upacara yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan yang sekaligus meresmikan pembukaan LKS se-Indonesia.
Untuk jenis lomba ada 40-50 lomba, sedangkan yang lainnya tersebar di beberapa mata lomba. Jurusan touris industri Kota Bogor diwakili oleh David Noah Rizal dalam 3 mata lomba. Acara pun begitu padat mulai pembukaan, kunjungan ke sekolah, ada teknikal meeting dan osov (one school one provinsi), dilanjut tour planning (perencanaan kegiatan pariwisata) mengarah kepada wisata yang akan di jual ke konsumen. Waktu itu, tim dari Kota Bogor membuat video berjudul Indonesian Wonderfull dan Promosion of Touris Object. Dalam video tersebut, anak didiknya menampilkan visual ikon kota Bogor yaitu Kebun Raya Bogor (KRB) dan Kampung Budaya SBJ, dan semua yang dilombakan khususnya bidang perhotelan itu harus fasih berbahasa Inggris.
Memasuki hari kedua, David menceritakan turis industri asal wilayah Jawa Barat dengan membawa angklung gubrak. Di hari itu juga diisi mata lomba tentang pemandu wisata dari mulai penjemputan di bandara, misal bandara Soekarno Hatta hingga ke Kota Bogor dilaksanakan dengan informasi secara umum dan benar.Walaupun pada lomba ini tidak mendapatkan target hasil yang diharapkan, dirinya masih berbangga karena dari hasil guide dan ticketing mendapatkan hasil tinggi berdasarkan hasil dari keseluruhan 9 dewan juri. Bagi saya, ini pengalaman cukup dalam dan bermakna karena yang paling bisa mewakili hotel dan pariwisata hanya ada 3 yakni Jabar, DKI Jakarta dan Jateng.Tentu langkah dan apapun yang diperbuat dengan benar penuh kerja keras itu adalah ibadah dan hasil itu sebuah proses edukasi nyata dalam kejujuran karena ini penanamn nilai karakter. (Agusbagja).
Editor : Tobing







