Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaKesehatanPemerintahan

Waduh! 13 Warga Semplak Positif Covid-19

×

Waduh! 13 Warga Semplak Positif Covid-19

Sebarkan artikel ini

Sumber foto (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Setelah dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19, 13 orang warga Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat menjalani masa isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Hal itu dibenarkan Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir dan ke 13 orang itu dijemput menggunakan ambulance.

“Iya 13 orang terkonfirmasi positif dan dirawat di RSUD Kota Bogor. Dan sekarang ini sudah ada 34 orang terkonfirmasi positif yang dirawat di RSUD. Lalu 56 pasien dalam pemantauan (PDP) juga tengah menjalani masa isolasi di RSUD,” kata Ilham, Selasa (4/8/20).

Diakuinya, dalam dua pekan terakhir ini ada lonjakan positif yang cukup besar warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus yang telah melanda berbagai negara di belahan dunia itu. “Ya, mengalami peningkatan jumlahnya, terutama dari klaster keluarga, nah yang di Semplak ini salah satunya,” kata Ilham.

Terpisah, Humas RSUD Kota Bogor, Taufik menerangkan berdasarkan hasil pendataan awal yang terkonfirmasi positif merupakan satu keluarga.
“Ya ini terjadi penyebaran pasca digelarnya tahlilan,” kata Taufik.

Sekedar diketahui, saat ini jumlah terkonfirmasi positif di Kota Bogor berjumlah 301 orang, dengan rincian 78 orang masih dirawat, 202 sembuh dan 21 meninggal dunia.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) selama satu bulan kedepan.

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, perpanjangan PSBB di masa Pra AKB tersebut terpaksa dilakukan, sebab situasi yang terjadi saat ini jauh dari kata aman. “Kondisi sekarang jauh dari kata selesai. Bahkan kasus positif covid-19 terus merayap bertambah,” kata Bima kemarin.

Politisi PAN itu mengaku khawatir terhadap kondisi yang sedang dihadapi, sebab jumlah kasus positif covid-19 terus bertambah, sementara kesadaran masyarakat terus menurun. “Saya membaca situasi saat ini sangat mengkhawatirkan. Covidnya naik tetapi kekhawatiran dan kesadaran menurun, disiplin menurun, ini sangat berbahaya,” ucap Bima.

Diakui orang nomor satu di kota hujan itu, berdasarkan laporan yang diterimanya, trend penambahan kasus positif belakangan ini terjadi pada tiga kategori. “Ya, mulai kluster keluarga, kluster perjalanan keluar kota, hingga penyebaran di kawasan perkantoran dan pusat perbelanjaan. Ini semua rata-rata terjadi karena ketidakpedulian,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, dia mengaku pihaknya mengaku akan terus menggencarkan Rapid dan Swab Tes secara masif di semua sektor. Mulai dari tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, terminal, stasiun, pemukiman, hingga sektor lainnya yang dinilai rentan menjadi lokasi penyebaran covid-19.

 

 

 

 

(As/Bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *