Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Wali Kota Bogor Memastikan Stok Beras Aman Hinga 6 Bulan

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, memastikan stok beras aman hingga 6 bulan ke depan.

Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan ketersediaan beras dipastikan aman hingga enam bulan ke depan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, stok atau ketersediaan beras untuk wilayahnya saat ini mencapai 800 ton dan sudah mulai disalurkan ke beberapa titik.

Pemkot Bogor juga, kata Dedie, telah menyiapkan beras premium sebagai cadangan untuk menjaga stabilitas harga akibat terjadinya lonjakan.

Orang nomor satu di Kota Bogor ini juga memastikan masyarakat akan mendapatkan beras dengan harga terjangkau, namun kualitas yang layak dan telah memenuhi standar.

Di sisi lain, Dedie meminta Bulog untuk mendukung keberadaan Koperasi Merah Putih (KPM), khususnya yang ada di kotanya. Dukungan itu, lanjut dia, dalam bentuk kerjasama dalam hal pendistribusian bahan pokok.

“Meskipun disuplai dari wilayah Kabupaten Bogor, paling tidak menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi juga, ya apalagi tadi yang bisa dijual melalui koperasi beras SPHP, nah ini kelihatanya ke depan akan dimatangkan,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Bogor, Dramaga Ilhamsyah menyatakan akan mendukung penuh upaya Pemkot Bogor dalam menjaga stabilitas harga pangan. Salah satu yang bisa dilakukan bersama, adalah dengan menggelar pangan murah.

“Upaya menjaga stabilitas harga, memastikan pasokan dan biasanya juga ada pasar murah di setiap kelurahan ini dikerja samakan dengan Bulog,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor Dewi Kurniasari mengatakan bahwa angka inflasi di wilayahnya menunjukkan situasi ekonomi yang relatif sehat dan terkendali.

Menurutnya, inflasi Kota Bogor tetap terjaga meski dalam periode rawan lonjakan harga, seperti Lebaran dan Iduladha. Salah satu penyebab utamanya adalah pasokan pangan yang relatif aman berkat panen raya di sejumlah daerah penghasil.

“Cabai, bawang, telur, dan ayam sempat naik, tapi tak berlangsung lama. Pasokan dari wilayah seperti Ciamis, Garut, Sukabumi, dan Cianjur cukup membantu menekan gejolak harga,” ungkap dia,

Ia juga menjelaskan bahwa Pemkot Bogor, hingga pertengahan tahun ini telah menggelar 25 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) dan 18 kali Pasar Murah (PM) di berbagai kecamatan.***

Exit mobile version