Bogor RayaHomePemerintahan

Warga Sukamakmur Keluhkan Sulitnya Jaringan Komunikasi

Foto ilustrasi

Sukamakmur – Bogor Update

Tinggal di daerah pelosok tidaklah mudah. Jangankan menikmati akses internet, untuk berkomunikasi menggunakan HP pun warga harus pergi kedesa tetangga demi mendapatkan sinyal. Begitulah yang dialami warga Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Yang sangat membutuhkan tower penguat sinyal atau Base Transceiver Station (BTS).

” Disana benar-benar kesulitan untuk berkomunikasi, jangankan internetan untuk mendapat sinyal hp saja mereka harus pergi dari desa satu ke Desa lain. Itu membutuhkan waktu berjam-jam. ” Kata Abbas (36) salah seorang mahasiswa asal Jakarta yang sedang KKN, rabu (25/10/17).

Menurutnya, sangat minim jaringan komunikasi di desa. Apalagi yang terletak diperbatasan itu sangat dirasakan. Bagaimana tidak, pentingnya sinyal dianggap sama seperti kebutuhan pokok untuk sebagian warganya. Karena sangat berpengaruh pada perkembangan suatu wilayah, terlebih mengenai pelayanan desa itu sendiri. ” disini sinyal sangat sulit, makanya di anggap seperti beras, yang harus di cari. Karena semua informasi sudah melalui jaringan komunikasi. Terlebih untuk pelayan desa yang harus online. Termasuk jika ada bencana, permintaan pertolongan harus cepat di informasikan ke Pemkab, sementara lokasinya sulit di jangkau.” Bebernya.

Hal ini pun diaminin Hendro, selaku Kades Sukawangi mengatakan, kaitan sulitnya sinyal, warga di wilayah Pemerintahannya siap merelakan hibah lahan untuk tapak tower. Adapun sebelum Ia menjabat, wacana akan berdirinya provider penyedia jaringan sudah ada. Namun hingga saat ini tak kunjung direalisasi pembangunannya.

” warga siap kok menghibahkan lahan untuk tapak tower. Dulu wacana itu ada, tapi sampai sekarang tidak kunjung di bangunan,” ujarnya.

Soal ini Camat Sukamakmur, Zaenal Ashari membenarkan bahwa diwilayahnya terbilang susah sinyal, bahkan untuk berkomunikasi dirinya rela menggonta – ganti kartu seluler demi mendapatkan sinyal.

” Sejauh ini kami sudah mencoba mengajukan pembangunan jaringan kebeberapa provider penyedia jaringan, namun sampai saat ini memang belum terealisasikan. Saya sendiri kalau mau berkomunikasi harus kewilayah tetangga, kalau tidak ya ganti sim card yang sinyalnya sampai sini,” Tandasnya.

Sambung Ashari, demikian Masyarakat berharap penyedia jaringan membangun penguat sinyal, karena warga disini masih menganggap sinyal merupakan barang yang penting, dan rela membelinya jika sinyal tersebut dijual. (Ji/Sep)

 

 

Editor: Tobing

Exit mobile version