Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Bupati Rudy Susmanto Cicipi Semangka Inul Hasil Panen Integrated Farming di Bomang

×

Bupati Rudy Susmanto Cicipi Semangka Inul Hasil Panen Integrated Farming di Bomang

Sebarkan artikel ini

Bojonggede, BogorUpdate.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong pemanfaatan lahan di koridor Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) agar tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu terlihat dari pengembangan integrated farming di kawasan Bomang yang mulai menghasilkan panen semangka inul. Saat meninjau pembangunan Jalan Bomang dan kegiatan pertanian tersebut, Jumat (25/9/2026), Rudy turut mencicipi hasil panen kelompok tani.

Rudy mengatakan, pemanfaatan lahan tersebut merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor bersama masyarakat sekitar. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan di sejumlah titik menjadi lokasi pembuangan sampah, kini mulai dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif.

“Selama beberapa tahun ke depan, daripada menjadi lahan tidur, lalu beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab membuang sampah di tempat tersebut, pemerintah juga melakukan pembersihan berulang-ulang. Hari ini kita lakukan kolaborasi dengan masyarakat sekitar membentuk kelompok tani,” ujar Rudy.

Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan lahan tersebut melalui mekanisme kerja sama yang telah diatur pemerintah dengan tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.

Rudy menegaskan, aset Pemerintah Kabupaten Bogor harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Selama lahan belum digunakan sesuai peruntukannya, pemanfaatan secara produktif bersama masyarakat menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan.

“Lahan Pemerintah Kabupaten Bogor adalah milik masyarakat Kabupaten Bogor, milik negara yang sumbernya juga dari masyarakat, hanya dikelola negara. Maka negara pun mempersiapkan peruntukannya sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil panen dapat menjadi sumber pendapatan bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar. Pemerintah desa juga turut dilibatkan untuk mengarahkan serta mendukung pengelolaan kegiatan pertanian.

“Hasil panennya sepenuhnya boleh kelompok-kelompok tani yang ada. Kepala desa juga ikut mengarahkan bersama-sama bahwa hasil panennya itu menjadi income buat kelompok-kelompok tani, menjadi income buat masyarakat sekitar,” katanya.

Rudy menyebut kegiatan pertanian di kawasan Bomang masih dalam tahap uji coba. Namun, dengan mulai meningkatnya intensitas hujan dan ketersediaan air, pengembangan integrated farming akan terus dioptimalkan.

“Kemarin baru uji coba. Pada saat intensitas hujan sudah mulai turun di Kabupaten Bogor, kita akan lakukan optimalisasi. Delapan kilometer panjang jalan ini kita optimalkan untuk integrated farming,” ungkapnya.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pemanfaatan lahan tersebut juga dinilai membantu menjaga lingkungan. Area yang sebelumnya dipenuhi semak-semak dan tumpukan sampah secara bertahap dibersihkan dan dialihkan menjadi lahan produktif.

“Keuntungan pertama, dulu merupakan lahan dengan semak-semak cukup tinggi dan tumpukan sampah di beberapa tempat. Sampahnya dibersihkan, lalu masyarakat sekitar membentuk kelompok-kelompok tani dan mulai melakukan penanaman,” tuturnya.

Rudy berharap masyarakat sekitar Bomang tidak hanya memperoleh manfaat dari meningkatnya aksesibilitas akibat pembangunan jalan, tetapi juga mendapatkan peluang ekonomi dari pemanfaatan lahan di sepanjang koridor tersebut.

“Sekarang hujan mulai turun, air mulai mengalir, kita optimalisasi kembali supaya masyarakat di sekitar Bojonggede–Kemang bukan hanya mendapat dampak yang positif dengan adanya jalan baru, tapi dengan adanya jalan baru tentu juga ada dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *