Kota Bogor, BogorUpdate.com – Komunitas pecinta musik jazz Kota Bogor, Buitenjazz sukses menggelar konser perdana bertajuk Meet the Legends di Puri Begawan, Kecamatan Bogor Tengah pada Sabtu, 20 Juni 2026 malam.
Konser ini berhasil memukau ratusan penonton lewat kolaborasi perdana tiga legenda besar musik Indonesia yakni Ermy Kullit, Mus Mujiono serta Deddy Dhukun.
Inisiator Buitenjazz, Nanang Yuswanto mengatakan bahwa konser ini digelar sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas kontribusi besar para musisi legendaris tersebut terhadap perkembangan musik jazz di tanah air. Antusiasme yang tinggi membuktikan bahwa musik jazz memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Bogor.
“Terbukti penonton yang hadir lintas generasi, mulai dari anak muda hingga yang seusia para legenda. Ini membuktikan tren positif bagi konser musik jazz di Bogor. Misi kami yang kedua adalah mengenalkan para legenda ini kepada generasi kekinian. Banyak anak muda tahu lagunya, tapi belum tahu sosok penyanyinya. Malam ini kita kenalkan,” ucapnya.
Ia menyebut, kesuksesan ini menjadi pemantik bagi Buitenjazz untuk menggulirkan program berkelanjutan. Komunitas ini menjadwalkan agenda rutin bertajuk Buitenjazz setiap dua minggu sekali untuk wadah musisi lokal.
“Agenda selanjutnya, sebenarnya jadi nanti perdua minggu itu ada namanya Buitenjazz. Untuk komunitas jazz di Kota Bogor,” jelasnya.
Sementara, konser berskala besar yang menghadirkan musisi legendaris akan digelar berkala setiap 16 bulan sekali, yang nantinya akan dipuncaki oleh Festival Buitenjazz.
Adapun panggung Meet the Legends telah mencatatkan sejarah tersendiri. Meski sudah puluhan tahun melanglang buana di industri musik nasional, ketiga nama besar ini mengaku baru pertama kali berkolaborasi dalam satu panggung bertiga di Kota Bogor.
Musisi jazz legendaris, Mus Mujiono mengungkapkan kegembiraannya bisa menyuguhkan warna musik jazz murni khas era 1980-an kepada publik Bogor.
“Kalau tampil di Bogor saya sudah sering, tapi untuk kolaborasi bertiga seperti ini, ini yang pertama kali. Ada sesuatu yang spesial yang kami nikmati bersama. Untuk penampilan, saya bawa style tahun ’80-an yang murni, tanpa banyak aksesori digital, cukup gitar dan bunyi asli. Biar generasi muda tahu keunikan jazz zaman dulu,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Deddy Dhukun berharap penampilan perdana mereka bertiga dapat memuaskan dahaga para pencinta musik jazz di Kota Hujan.
“Ini pertama kalinya format seperti ini diadakan di Bogor. Semoga masyarakat Bogor terpuaskan, bisa bernyanyi bersama, dan pulang dengan rasa puas,” tuturnya.
Sementara itu, sang diva jazz Indonesia, Ermy Kullit merasa mendapat kehormatan besar bisa diapit oleh dua musisi hebat di usia yang tak lagi muda. Pelantun tembang-tembang hits era 80 dan 90-an ini mengaku takjub dengan komposisi penonton yang hadir.
“Saya berdiri di tengah, sebagai putri yang sudah tidak muda lagi, didampingi dua legenda. Kami sudah berteman lama dan sering sepanggung, tapi kalau berkolaborasi bertiga baru malam ini. Ini sangat spesial. Saya lihat yang datang bukan cuma yang seumuran saya, tapi anak muda (ABG) juga banyak. Saya tampil apa adanya, inilah Ermy Kullit dengan lagu-lagu era 80-an dan 90-an,” katanya. (Abizar)







