Home

Bupati Rudy Susmanto Canangkan Gerakan “Bogor Hijau 2030” Wujudkan Hutan Kota di Setiap Kecamatan

Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Forkopimda Kabupaten Bogor saat melakukan penanaman pohon di Hutan Organik milik Hj. Rosita, Kecamatan Megamendung. (Dok Diskominfo Kab Bogor)

Cibinong, BogorUpdate.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meluncurkan inisiatif besar bertajuk Gerakan Bogor Hijau 2030, sebagai langkah konkret memperluas ruang terbuka hijau di Kabupaten Bogor.

Program ini menjadi tindak lanjut dari komitmen Rudy untuk menghadirkan hutan kota di setiap kecamatan mulai tahun 2026, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim.

Rudy menjelaskan, gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik hutan kota, tetapi juga pada edukasi, partisipasi warga, serta kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, menjaga keseimbangan alam harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa menanam pohon bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup. Melalui Bogor Hijau 2030, kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama penghijauan,” ujar Rudy Susmanto, Rabu (5/11).

Rudy Susmanto yang dikenal memiliki perhatian besar pada isu lingkungan ini menuturkan bahwa gagasan gerakan tersebut terinspirasi dari keberhasilan Hutan Organik milik keluarga Hj. Rosita di Kecamatan Megamendung.

Lahan seluas 30 hektar yang dulunya tandus kini berubah menjadi kawasan hijau produktif berkat ketekunan dan kepedulian lingkungan dari masyarakat.

“Kisah keluarga Hj. Rosita membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil. Pemerintah akan meniru semangat itu menanam, merawat, dan mengajak semua pihak ikut berkontribusi,” kata Rudy.

Melalui Gerakan Bogor Hijau 2030, Pemkab Bogor menargetkan tidak hanya membangun hutan kota, tetapi juga melakukan revitalisasi daerah aliran sungai (DAS) seperti Ciliwung, Cisadane, Cileungsi, dan Cikeas.

Setiap kecamatan akan memiliki taman edukatif, kawasan resapan air, dan jalur hijau yang berfungsi sebagai paru-paru wilayah.

Selain manfaat ekologis, Rudy berharap program tersebut mampu menciptakan nilai sosial dan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Ruang hijau dapat menjadi destinasi wisata edukatif, tempat rekreasi keluarga, hingga sumber usaha berbasis lingkungan.

“Kita ingin Bogor bukan hanya dikenal sebagai kota hujan, tapi juga kabupaten yang konsisten menjaga warisan alamnya. Hutan kota akan menjadi identitas baru daerah ini,” tegasnya.

Rudy juga mengajak generasi muda untuk menjadi motor penggerak gerakan hijau ini. Melalui sekolah, kampus, dan komunitas, anak muda diharapkan dapat terlibat langsung dalam kegiatan penanaman pohon, pengelolaan sampah organik, hingga konservasi air.

“Kalau setiap anak muda menanam satu pohon dan merawatnya, bayangkan berapa banyak kehidupan baru yang akan tumbuh di bumi Bogor,” ujarnya menutup. (**)

Exit mobile version