Cibinong, BogorUpdate.com – Festival Budaya Sunda yang diikuti ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Bogor di Gedung Laga Satria, Cibinong, Rabu (5/8/2026), menjadi momentum untuk memperkuat peran guru dalam mendukung implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun sekaligus melestarikan budaya Sunda sejak usia dini.
Kegiatan yang digelar Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Kabupaten Bogor tersebut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto, perwakilan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, anggota DPRD, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, organisasi profesi PAUD, serta para guru PAUD dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.
Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Rusliandy mengapresiasi penyelenggaraan Festival Budaya Sunda. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi wadah untuk menampilkan seni dan budaya, tetapi juga sarana pembelajaran dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada anak sejak dini.
“Festival Budaya Sunda bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya, tetapi menjadi media untuk melestarikan nilai-nilai luhur bangsa kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui keteladanan para guru, anak-anak belajar mencintai budaya yang merupakan identitas bangsa,” ujarnya.
Rusliandy menjelaskan, implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun menjadi salah satu perhatian pemerintah. Kebijakan tersebut mencakup pendidikan bagi anak usia 5 hingga 6 tahun pada jenjang PAUD atau Taman Kanak-kanak sebagai bagian dari pendidikan dasar.
Menurutnya, keberhasilan kebijakan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi pendidikan anak usia dini.
“Keberhasilan implementasi kebijakan tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan anak usia dini,” tandasnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi kepada para guru PAUD yang selama ini menjadi penggerak utama dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini sekaligus mengenalkan budaya daerah melalui proses pembelajaran.
“Terima kasih kepada PKG PAUD kabupaten dan kecamatan, Dinas Pendidikan, organisasi mitra PAUD, organisasi wanita, para seniman, budayawan, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Budaya Sunda,” ujar Eva.
Eva menilai pengenalan budaya lokal sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak agar berakhlak, kreatif, percaya diri, serta memiliki rasa bangga terhadap identitas bangsa.
“Guru PAUD memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui proses belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru PAUD yang menjadi garda terdepan dalam membangun fondasi karakter anak. Menurutnya, keberhasilan Program Wajib Belajar 13 Tahun tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat.
“Melalui Festival Budaya Sunda ini, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus sejak dini,” tutur Eva.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus diperkuat untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas sekaligus menjaga budaya Sunda sebagai warisan yang membentuk karakter generasi masa depan.





