HomeNews

Jejak Arsitektur Eropa Menari di Pelukan Jakarta

Bangunan Gereja Katedral bernuansa Arsitektur Neo-Gotik. (Dok Gereja Katedral)

Jakarta, BogorUpdate.com – Gereja Katedral merupakan sebuah gereja tertua di pusat kota Jakarta Pusat.
Gereja Katedral yang berada di Jakarta Pusat ini merupakan gereja kedua, gereja pertama berada di Senen, Jakarta Pusat. Gereja Katedral pertama kali diresmikan pada abad ke- 19 tahun 1808.

Gereja Katedral salah satu gereja tertua yang berada di pusat kota. Gereja ini diresmikan pada 21 April 1901 di Jakarta Pusat, diberkati oleh Mgr. Edmundus Sybrandus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta saat itu.

Arsitektur Neo-Gotik, atau yang sering juga disebut Gothic Revival, adalah gerakan desain yang muncul di Eropa sekitar abad ke-18 dan mencapai puncaknya di abad ke-19.

Gaya ini merupakan kebangkitan dari arsitektur Gotik asli yang berkembang di abad pertengahan. Bedanya, kalau arsitektur Gotik dulu berkembang karena kebutuhan spiritual dan keagamaan, versi Neo-Gotik lebih sering muncul karena kebutuhan estetika dan simbolik.

“Karena arsiteknya dulu orang Belanda juga, kan memang zamannya 1850an, udah gitu saat itu sedang trend model Neo-Gothik, model yang di Eropa gitu. Makanya kita temukan hampir mirip bentuk bangunan di Eropa,” ucap Ibu Lili staff dari Gereja Katedral, pada Jumat, (21/11/2025).

Dalam museum Gereja Katedral memiliki 2 spot yang paling menonjol disana yaitu adanya patung Bunda Maria yang memakai kain batik dan berkebaya, serta slayer berwarna merah putih. Patung ini juga menampilkan Logo Garuda Pancasila pada bagian mahkota.

Selain patung Bunda Maria ada juga spot yang menampilkan peralatan dan juga kursi yang dipakai oleh Paus Fransiskus saat berkunjung ke Gereja Katedral.

Respon pengunjung beragama islam memiliki respon positif saat berkunjung ke Gereja Katedral.

“Karena kebetulan sebenarnya mungkin ini gereja pertama yang aku kunjungi disini, jadi aku ngelihatnya mungkin karena dia cukup open, terus juga ada museumnya juga, terus Goa Maria Juga disini, aku ngelihatnya, ketika aku masuk pandangan judge mental sama kita yang berbeda, jadi menurutku ini hal yang cukup menarik dan cukup unik untuk dikunjungi dan apalagi kan ini ada di perkotaan dan benar-benar ada di pusat kota, jadi gampang juga untuk di akses,” ujar April salah satu pengunjung. (Aak)

Exit mobile version