Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengunjungi rumah duka korban longsor di Kampung Jerokuta Kaum RT 05 RW 16, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (29/1/26). (Abizar/Bogorupdate)
Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengunjungi rumah duka korban longsor di Kampung Jerokuta Kaum RT 05 RW 16, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (29/1/26). Kunjungan tersebut dilakukan usai Jenal menerima laporan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor terkait kejadian tanah longsor yang menewaskan seorang warga.
Korban diketahui bernama Minah (54). Jenal mengatakan, laporan diterimanya saat berada di kantor dan langsung ditindaklanjuti dengan meninjau lokasi kejadian.
“Tadi saya di kantor menerima laporan dari Kalak BPBD. Saat itu kami sedang berdiskusi dengan Pak Sekda dan Kepala Kesbangpol, lalu langsung meluncur ke lokasi. Korban jiwa berusia 54 tahun atas nama Ibu Minah,” jelas Jenal kepada wartawan.
Sebelum mengunjungi rumah duka, Jenal bersama rombongan terlebih dahulu mendatangi Rumah Sakit Melania Bogor untuk memastikan biaya pengobatan dan pengurusan jenazah korban.
“Kami sempat ke rumah sakit untuk memastikan biaya pengobatan dan pengurusan jenazah sudah dicover, baik oleh BPJS maupun pemerintah. Setelah itu kami hadir di rumah duka di Kelurahan Bondongan RW 16,” terangnya.
Setelah dari rumah duka, Jenal meninjau langsung lokasi longsor yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ia menjelaskan, longsor terjadi di tebing setapak dengan tinggi tembok penahan tanah (TPT) sekitar tiga meter.
“Di lokasi saya melihat langsung kondisi tebing yang longsor. Itu jalan setapak, dengan TPT setinggi kurang lebih tiga meter. Almarhum saat itu hendak keluar rumah, informasinya mau mengangkat jemuran atau pulang dari warung, tiba-tiba tertimpa longsoran,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban sempat dievakuasi dalam kondisi masih bernyawa dan dibawa ke rumah sakit.
“Sempat terselamatkan dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi masih bernafas, menurut informasi warga. Namun Tuhan berkehendak lain, almarhum akhirnya wafat di Rumah Sakit Melania. Malam ini langsung dimandikan dan disalatkan, sementara untuk pemakaman kami serahkan sepenuhnya kepada keluarga,” kata Jenal.
Selain itu, Jenal menyebutkan Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya terdampak longsor dan dinilai membahayakan.
“Untuk rumah yang kondisinya sangat mengkhawatirkan, kami siapkan hunian sementara. Tidak hanya di sini, ada beberapa titik lain dengan kondisi TPT longsor dan rumah menggantung yang sangat berbahaya. Warga kami arahkan untuk segera mengungsi sementara, mencari kontrakan, dan akan dibiayai melalui APBD,” tutupnya. (Abizar)
