Olahraga, BogorUpdate.com – Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games (APG) Ke-13 di Thailand secara resmi dikukuhkan dan dilepas oleh Menpora RI, Erick Thohir.
Pelepasan Kontingen Indonesia yang akan berlaga pada ajang APG di Thailand tersebut dilakukan di Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).
“Hari ini merupakan kehormatan buat saya untuk bisa mengukuhkan dan melepas para pejuang bangsa Indonesia. Tepuk tangan buat kalian!” seru Menpora Erick kepada para atlet.
Menpora dalam kesempatan itu memberikan motivasi dan semangat kepada para atlet yang akan berangkat ke Thailand.
Menurut Menpora Erick, bangsa Indonesia secara individu tentunya mempunyai mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan secara individu. Tetapi Menpora selalu menegaskan bahwa mimpi itu tidak akan menjadi kenyataan kalau kesehariannya tidak melakukan upaya dalam mewujudkannya.
“Artinya banyak individu Bangsa Indonesia wajib belajar pada kalian. Karena kalian tidak hanya bermimpi, tetapi saya yakin kesehariannya kalian kerjakan dengan fokus dan sungguh-sungguh menggapai mimpi itu,” tutur Menpora Erick dilansir dari laman resmi kemenpora, Sabtu (10/1/2026).
Hal ini tercermin dari rata-rata prestasi kontingen Indonesia di ajang multievent yang meraih peringkat satu atau dua. Karena itu Menpora meyakini Indonesia bisa kembali meraih prestasi terbaik di Thailand dengan segala tantangan yang siap mengadang di depan.
“Walaupun tantangannya besar dari tuan rumah, atau dari Vietnam, pasti kalian akan meraih sebaik-baiknya. Apakah ranking tiga atau ranking dua, kita harus memberikan yang terbaik, kita coba dahulu. Jangan ketika melihat tuan rumah atau Vietnam, atau negara yang lain kita langsung gentar,” pesan Menpora Erick.
“Saya yakin dengan jerih payah dan mimpi yang tadi saya sampaikan, dengan keseharian yang kalian serius lakukan, kita bisa. Kita bisa. Kita bisa!,” seru Menpora Erick disambut riuh para atlet.
Setelah pada tiga penyelenggaraan ASEAN Para Games sebelumnya Indonesia selalu berhasil keluar sebagai juara umum pesta olahraga untuk penyandang disabilitas terbesar se-Asia Tenggara. (Sep)
