
Foto ilustrasi
BogorUpdate.com – Ironis, perilaku yang tidak menyenangkan dari pihak sekolah yang mengintimidasi murid dengan alasan yang tidak masuk akal, dan tidak ada komunikasi terlebih dahulu kepada orang tua murid.
Salah satu sekolah dasar madrasah ibtidaiyah (MI) di Cibinong, dimana salah satu guru nya diduga telah melakukan intimidasi terhadap beberapa murid didik nya yang saat ini sudah duduk di kelas 3 (tiga). Dengan alasan bahwa murid tersebut belum bisa membaca sehingga menurunkan beberapa murid kembali ke kelas 1 (satu).
Perlakuan tersebut sangat merugikan beberapa pihak terutama orang tua murid dan tindakan tersebut bisa mengganggu psikologis anak murid itu sendiri. Dengan rasa malu, sehingga menjadi beban dan membuat si ‘anak’ menangis yang akhirnya sampai tidak mau bersekolah lagi.
Menurut informasi pada, sabtu (11/08/18) saat awak media mewawancarai salah satu orang tua murid mengungkapkan rasa kecewa nya karena tidak ada komunikasi terlebih dahulu. “Saya kecewa dan kesal dengan cara guru, tanpa ada komunikasi dengan saya, guru ataupun pihak sekolah mengambil tindakan tersebut tanpa memberitahukan saya dulu, apakah pihak sekolah tidak memikirkan efek buruk kepada anak dari tindakkan tersebut,” Ungkap orangtua murid yang namanya enggan dipublikasikan.
Hal senada diutarakan oleh orang tua murid lain yang juga takut namanya dimuat karena takut anaknya akan dikucilkan oleh pihak sekolah. Menurutnya, jika benar anaknya akan turun kelas maka anaknya akan mengalami penurunan mental.
“Sebenarnya saya sangat kecewa tapi saya takut. Kalau memang benar anak saya di turunkan ke kelas 1, terpaksa akan saya pindahkan ke sekolah lain saja, karna kasihan anak saya takut mentalnya kelak terganggu dan malu dengan kejadian seperti ini,” Jelasnya.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Awak media mendatangi sekolah dimaksud pada, Senin (13/8/18). Saat wawancara dengan kepala sekolah dan juga wali kelas 3 bernama Ati, justeru hal tak mengenakkan yang diterima awak media.
Menurut Ria, salah satu wartawan, mengatakan bahwa mereka ditunjuk-tunjuk oleh guru dengan nada suara tinggi saat konfirmasi kebenaran informasi tersebut. ” Kamu tau apa soal psikologi anak! ucap guru tersebut sembari menunjuk muka watawan, sesuai keterangan Ria kepada Bogorupdate.com.
Masih kata Ria, apa yang dilakukan oleh guru tersebut kepada wartawan mencontohkan hal yang tak pantas.
” Seperti itu kah seorang pendidik yang seharusnya jadi tauladan, justeru bertempramental tinggi. Bagaimana bisa mendidik anak dengan baik?,” Pungkasnya.
” Atas kejadian ini, kami akan membuat laporan dan konfirmasi ke pihak terkait, atas ketidaknyamanan kami terhadap guru dan sekolah tersebut, demi pemberitaan lanjutan,” Tegasnya. (Wenkz)
Editor : Tobing






