Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Pemprov Jabar Ambil Alih TPPAS Lulut Nambo

×

Pemprov Jabar Ambil Alih TPPAS Lulut Nambo

Sebarkan artikel ini
TPPAS Lulut Nambo di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor terlihat sepi dari aktivitas. (Foto DKW)

Bogor, BogorUpdate.com, Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir (TPPAS) Lulut Nambo, Kabupaten Bogor, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Sebab, proyek strategis yang awalnya menjadi percontohan untuk mengatasi persoalan sampah ini bisa dikatakan gagal.

TPPAS Lulut Nambo yang berdiri di atas lahan seluas 55 hektare ini belum beroperasi secara maksimal. Meskipun tempat penampungan sampah itu sudah memiliki teknologi Mechanical Biological Treatment (MBT) untuk pengolahan sampah yang bisa menghasilkan bahan bakar Resufe Derived Fuel (RDF).

Saat ini, TPPAS Lulut Nambo hanya mampu menampung 50 ton sampah dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan Tanggerang Selatan setiap harinya. Daya tampung ini masih jauh dari kapasitas awal sebesar 1.500 ton hingga 1.800 ton per harinya.

Sementara, dari pantauan wartawan, aktivitas di TPPAS ini sangat sepi. Pintu gerbang setinggi kurang lebih tiga meter, yang menjadi satu-satunya akses menuju TPPAS Lulut Nambo tertutup rapat. Berjarak sekitar 1 meter dari pintu gerbang utama sebelah kiri, terlihat satu bangunan kecil berwarna biru yang senada denga warna tembol gerbang utama.

Di bangunan itu hanya terlihat seorang pria berseragam berwarna hitam dan satu unit motor bebek yang terparkir persis disamping pintu pos keamanan.

Meskipun berada dekat dengan TPPAS, tidak tercium bau sampah yang menyegat, seperti halnya TPAS Galuga, yang baunya tercium hingga beberapa kilometer.

Wartawan yang berusaha masuk ke dalam TPPAS Lulut Nambo, tidak diizinkan masuk oleh petugas keamanan tersebut. “Harus dapat izin dulu dari pimpinan kang,” kata dia.

TPPAS Lulut Nambo, berada di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Keberadaan tempat penampungan dan pengelolaan sampah ini jauh dari pemukiman penduduk, namun berdekatan dengan beberapa aktivitas pertambangan batu andesit yang dimiliki oleh swasta.

Akses menuju TPPAS Lulut Nambo bisa dikatakan cukup baik. Jalan menuju tempat pemerosesan akhir sampah sepanjang kurang lebih 6 kilometer dari pintu masuk kawasan industri PT Indocement, Citeureup ini sudah berbeton.

Di sepanjang jalan tersebut masih sangat minim lampu penerangan. Meski begitu, jalan ini menjadi akses utama masyarakat Desa Nambo dan Klapanunggal. Banyak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat lalulalang di jalan yang memiliki lebar 4 meter ini.

Sementara, Direktur Utama PT Jabar Bersih Lestari (JBL), Gun Gun Saptari mengatakan bahwa TPPAS Lulut Nambo tidak lagi dikelola oleh pihaknya. Menurutnya, tempat itu resmi diambil alih oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat sejak 10 Oktober 2023. “Kerjasama dengan JBL sudah berakhir kang. Jadinya, terkait ke depannya mau seperti apa, bolanya jadi di pemprov lagi,” kata Gun Gun dalam pesan WhatsApp-nya.

Sebelumnya, Gun Gun menyampaikan bahwa TPPAS Lulut Nambo beroperasi sejak 20 Agustus 2024. Namun, sebelum dioperasikan, pihaknya melakukan uji coba terlebih dahulu sebanyak lima kali pada November 2023. Hasil ujicoba itu, lanjut dia, menjadi pertimbangan dalam operasional yang dilakukan hingga saat ini.

Saat itu, ada empat pemerintah kota/kabupaten yang sudah membuang sampahnya ke Nambo dengan kapasitas yang sudah disepakati 50 ton setiap harinya dengan perjalana 10 ritase.

“Kabupaten Bogor 20 ton, Kota Bogor, Depok dan Tangerang Selatan masing-masing 10 ton,” kata dia.

Menurutnya, Kabupaten Bogor mendapat kuota yang lebih besar mengingat locus TPPAS Lulut Nambo ini berada di wilayah daerah tersebut. Dalam perencanaannya, TPPAS Lulut Nambo terbagi menjadi dua fase. Pertama yakni, kpaasitas 50 ton dan fase kedua sebanyak 1.800 hingga 2.300 ton per harinya.(ayu/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *