Politik, BogorUpdate.com – Sejak tahun 2000 lalu nama Bogor Barat selalu menghiasi pemberitaan media cetak dan elektronik baik lokal maupun nasional seiring dengan perjuangan masyarakat di Kabupaten Bogor bagian barat yang menginginkan adanya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Barat.
Saat ini, 24 tahun sudah mimpi dan cita-cita ataupun keinginan masyarakat di barat Kabupaten Bogor tentang DOB Bogor Barat rupanya masih hanya sebatas mimpi. Karena sejak tahun 2006 atau saat terbitnya Moratorium Pemekaran Daerah angan-angan “Kemerdekaan” Bogor Barat kembali menjauh dari harapan.
Pembentukan DOB Bogor Barat kerap menjadi gincu saat ada kontestasi politik baik Pileg, Pilbup, Pilgup dan Pilpres wacana Bogor Barat selalu muncul dalam diskusi atau janji janji politik.
Dede Chandra Sasmita salah satu aktivis pemekaran Bogor Barat sejak tahun 2000 dan kini menjadi anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat mengakui tidak bisa tidur pulas sebelum Bogor Barat mekar jadi Daerah Otonomi Baru (DOB).
“Pembentukan Kabupaten Bogor Barat bukan hanya mengikuti tren DOB saat itu. Namun satu keharusan dan sangat mendesak dalam menciptakan optimalisasi pelayanan publik,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita, Jumat (20/12/24).
Dechan panggilan akrab Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bogor ini menegaskan, semua anggota DPRD Kabupaten Bogor, DPRD Jabar dan DPR RI dari Partai Demokrat Dapil Kabupaten Bogor hingga saat ini terus berjuang dan akan tetap mengawal rencana pemekaran DOB Kabupaten Bogor Barat.
“Sebenarnya Kabupaten Bogor perlu mendapatkan perlakuan istimewa dan sangat prioritas dalam pembentukan DOB Kabupaten Bogor Barat. Luas wilayah dan jumlah penduduk Bumi Tegar Beriman yang padat serta bisa mengalahkan beberapa Propinsi di Indonesia dan beberapa negara di Eropa,” ucap Dechan.
Tak hanya itu, sambung Dechan, jumlah penduduk Kabupaten Bogor juga lebih banyak dari Singapura.
Dechan menyebut, Kabupaten Bogor punya luas mencapai 298.838 hektare dan memiliki 40 kecamatan serta terdiri atas 416 desa dan 19 kelurahan sudah sangat harus dimekarkan. Apalagi jumlah Penduduk Kabupaten Bogor saat ini sudah mencapai 5.664.537 jiwa.
“Kondisi tersebut tentunya mempersulit masyarakat dalam mendapatkan akses pelayanan publik yang maksimal mengingat pusat pemerintahan ada di Cibinong,” ucap Wakil Ketua I KONI Kabupaten Bogor ini.
Lebih lanjut, tambah Dechan, dengan menjadikan 14 Kecamatan di bagian barat menjadi DOB Kabupaten Bogor Barat tentunya masyarakat akan lebih mudah dalam mendapatkan layanan publik yang cepat dan mudah terjangkau.
Sosok Dechan bukanlah orang baru dalam perjuangan pemekaran DOB wilayah barat Kabupaten Bogor.
Sejak tahun 2000, Dechan yang saat itu kategori paling muda, sudah bergerak memperjuangkan pembentukan DOB Kabupaten Bogot Barat dalam kepengurusan bersama-sama para aktivis yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Bogor Barat (FKMB2).
Hingga saat ini masyarakat yang ada di 14 Kecamatan seperti Dramaga, Ciampea, Tenjolaya, Cibungbulang, Pamijahan, Leuwiliang, Leuwisadeng, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, Tenjo, Parung Panjang dan Rumpin masih berharap pembentukan DOB Kabupaten Bogor bisa cepat terwujud.
Perlu diketahui, kata Dechan, perjuangan masyarakat dari 14 Kecamatan di wilayah barat Kabupaten Bogor itu bukan semata mata ingin “Merdeka” dan membuat “kerajaan” baru.
Dechan berharap semua anggota legislatif dari berbagai partai politik yang terpilih pada pemilu 2024 lalu, 9 orang di DPR RI, 11 orang di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, khususnya dari dapil 4 dan 5, dapat bergerak bersama untuk mendorong segera terwujudnya Pemekaran Bogor Barat, begitupun aleg yang terpilih dari dapil dua, harus mendorong pemekaran Bogor Timur.
“Pembentukan DOB di Kabupaten Bogor bisa mempercepat akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik,” pungkas Dechan. (Sep)













