
BogorUpdate.com- Pada ajang Inovasi Inovator Indonesia Expo (I3E) 2018 terpilih 10 karya unggulan yang diumumkan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), di Daerah Istimewa Yogyakarta, (25-28/10)
Rumpon Portable, inovasi buatan Tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) dinobatkan sebagai salah satu dari 10 karya unggulan dari 261 inovasi Indonesia. Tim ini terdiri dari Dr. Roza Yusfiandayani, Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M.Sc, dan Prof. Dr. Ir. Indra Jaya, M.Sc.
Penelitian terkait rumpon portable telah dilakukan tim ini sejak tahun 2013. Inovasi ini telah mendapatkan hak paten dari Business Innovation Center (BIC) pada tahun 2018. Tahun 2018, rumpon portable juga terpilih menjadi salah satu inovasi Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) yang didanai oleh Kemenristekdikti.
Rumpon portable ini merupakan pengembangan dari rumpon konvensional yang menggunakan frekuensi suara, lampu, dan tali rafia sebagai atraktor sehingga mudah dikemas serta mudah dioperasikan. Hasil uji coba yang telah dilakukan menunjukkan bahwa rumpon portable dapat menangkap ikan madidihang, cakalang, tongkol, selar, layang, dan cumi.
Rumpon portable ini dapat diterapkan di berbagai wilayah perairan yang memiliki variasi musim yang berbeda.
“Menristekdikti berharap rumpon portable dapat diterapkan untuk penangkapan ikan di perairan Maluku. Selain itu, penggunaannya harus disosialisasikan secara luas ke masyarakat khususnya nelayan ,” ungkap Ketua Tim IPB, Dr. Roza Yusfiandayani dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) FPIK IPB.
Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi menuturkan bahwa rumpon portable dapat dimanfaatkan di bidang industri perikanan skala kecil, menengah, dan besar. Rumpon portable bahkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan sport fishing sehingga memudahkan penggemar sport fishing dalam pengumpulan ikan di titik tertentu karena didukung juga dengan bentuk rumpon portable yang ringkas dan dapat berpindah lokasi.
“Masih banyak rencana pengembangan dari penggunaan rumpon portable di masa akan datang. Seperti integrasi pemanfaatan rumpon portable sebagai alat pengumpul ikan dengan budidaya keramba jaring apung (KJA).
Saat Pameran I3E, Menristekdikti, Muhammad Nasir sempat mampir ke stand rumpon portable ini. Menristekdikti berharap agar generasi muda mampu berinovasi selaras dengan perkembangan Iptek.
Pameran Inovasi Inovator Indonesia Expo (I3E) 2018 merupakan program yang dilakukan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi untuk mengembangkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). Program ini menitikberatkan pada proses penumbuhan startup yang berbasis teknologi yang telah dijalankan sejak tahun 2015. (AD/Zul)
Editor : Endi | Humas IPB







