Scroll untuk baca artikel
HomeNasionalNews

Semarak HON 2025, 2.500 Warga Padati GBK untuk Gerakan “Say No to Fragile Bone”

×

Semarak HON 2025, 2.500 Warga Padati GBK untuk Gerakan “Say No to Fragile Bone”

Sebarkan artikel ini
Sekitar 2.500 peserta dari berbagai daerah berkumpul untuk memperingati Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2025 di Gelora Bung Karno (GBK). (Ajis | Bogorupdate)

Jakarta, BogorUpdate.com – Suasana semarak mewarnai Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (26/10/2025). Sekitar 2.500 peserta dari berbagai daerah berkumpul untuk memperingati Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2025.

Acara kolaboratif ini digelar oleh Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) bersama Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), serta didukung oleh berbagai lembaga, komunitas, dan dunia usaha yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan tulang.

Dalam sambutannya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, Purnomo Yusgiantoro, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini yang dinilainya penting untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tulang tetap sehat dan kuat.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan dua kali setahun. Kesehatan tulang adalah fondasi penting bagi produktivitas bangsa. Masyarakat harus semakin peduli dan aktif menjaga kekuatan tulang sejak dini,” ujar Purnomo di hadapan ribuan peserta.

Pada momen tersebut, Perwatusi meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Membangun Masyarakat Peduli Osteoporosis Indonesia, Katakan Tidak pada Keropos Tulang (Say No to Fragile Bone)”.

Menurut Sekretaris Umum Perwatusi, Ida Wisnubaroto, kampanye ini merupakan gerakan edukatif lintas generasi yang mengajak masyarakat mencegah osteoporosis sedini mungkin melalui gaya hidup aktif dan sehat.

“Peringatan HON 2025 kami gelar di tiga provinsi: DKI Jakarta (26 Oktober), Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (2 November), dan Kabupaten Cimahi, Jawa Barat (8 November). Kami ingin pesan kesehatan tulang menjangkau masyarakat luas, tidak hanya di perkotaan,” jelas Ida.

Rangkaian kegiatan di Jakarta meliputi senam bersama, pemeriksaan kepadatan tulang dan otot gratis, talkshow edukatif dengan dokter dan ahli gizi, serta pembagian produk nutrisi dan suplemen. Berbagai komunitas olahraga juga turut tampil, memotivasi publik untuk tetap aktif di segala usia.

Ketua Umum Perwatusi, Anita A. Hutagalung, menegaskan pentingnya edukasi sejak usia muda dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan tulang.

“Menjaga kesehatan tulang tidak bisa dilakukan secara instan. Edukasi dan pembiasaan gaya hidup sehat harus dimulai sejak dini agar kita tetap kuat dan produktif di sepanjang usia,” ujarnya.

Anita juga menekankan peran keluarga dan sekolah dalam menanamkan kebiasaan hidup aktif, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta paparan sinar matahari yang cukup.

“Kami ingin gerakan ini tumbuh di rumah, sekolah, komunitas, dan tempat kerja. Tulang yang kuat adalah fondasi bagi bangsa yang kuat,” tambahnya.

HON 2025 mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk Kalbe Nutritionals melalui produk Entrasol, yang konsisten mengampanyekan gaya hidup aktif lintas generasi lewat gerakan #PejuangBerdikari.

“Kami mendukung penuh upaya Perwatusi dan Perosi dalam mengedukasi masyarakat agar sadar pentingnya menjaga kepadatan tulang sejak muda,” ujar Dicky Sulaiman, Business Group Manager Adult Nutrition Kalbe Nutritionals.

Dari sisi kolaborasi, Filda C. Yusgiantpro dari Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menegaskan komitmen pihaknya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

“Osteoporosis adalah penyakit senyap yang sering diabaikan. Melalui kolaborasi lintas sektor, kami ingin menjadikan kepedulian terhadap tulang sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Sebagai bentuk penghargaan, Perwatusi memberikan apresiasi kepada seluruh mitra dan individu yang berkontribusi dalam program edukasi kesehatan tulang, termasuk Purnomo Yusgiantoro Center, PT Bayan Resources Tbk, PT SSP, Yayasan Visi Darma Bakti Nicolaas, dan berbagai tokoh pendukung gerakan peduli tulang seperti Mufida Jusuf Kalla, Anita Chairul Tanjung, Lies Purnomo Yusgiantoro, dan lain-lain.

Acara HON 2025 ini diharapkan menjadi tonggak awal Gerakan Nasional Peduli Osteoporosis Indonesia, yang berfokus pada edukasi berkelanjutan di seluruh daerah melalui pelatihan, penyuluhan, dan kampanye publik.

“Dengan semangat kolaborasi lintas generasi, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan tulang semakin meningkat. Karena tulang yang kuat adalah fondasi bagi bangsa yang kuat, sehat, dan produktif,” tutup Anita A. Hutagalung penuh optimisme. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *