Kota Bogor, BogorUpdate.com – Tes Kemampuan Akademik (TKA) berskala nasional perdana digelar serentak di berbagai sekolah, termasuk di Kota Bogor, pada Senin (3/11/2025).
Meskipun bersifat tidak wajib, pelaksanaan TKA disambut positif oleh pihak sekolah, orang tua, dan siswa sebagai instrumen evaluasi mutu pendidikan serta kesiapan peserta didik melanjutkan ke perguruan tinggi maupun dunia kerja.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah II yang mencakup Kota dan Kabupaten Bogor serta Kota Depok, Aulia Rachman, menyebutkan bahwa seluruh sekolah di Kota Bogor ikut serta dalam pelaksanaan TKA.
“Meskipun sifatnya tidak wajib, baik siswa, orang tua, maupun sekolah memandang bahwa TKA penting sebagai bentuk evaluasi terhadap layanan pendidikan dan tolok ukur keberhasilan sekolah dalam memberikan layanan yang baik,” ujar Aulia.
Menurut Aulia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik kebijakan Kementerian Pendidikan terkait pelaksanaan TKA karena sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Ia berharap, hasil TKA dapat menjadi modal berharga bagi siswa untuk melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja yang kini mulai mensyaratkan sertifikasi kemampuan akademik.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kota Bogor, Bambang Aryan Soekisno, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak satu bulan terakhir.
Persiapan tersebut meliputi pendataan siswa, pendaftaran melalui aplikasi resmi, penerbitan Daftar Nominasi Sementara (DNS) dan Daftar Nominasi Tetap (DNP), hingga pelaksanaan simulasi sistem ujian.
“Kami memastikan seluruh kesiapan teknis berjalan baik agar siswa tidak terkendala dalam mengikuti ujian nasional berskala baru ini,” ujarnya.
Sebanyak 334 siswa kelas XII SMAN 2 Bogor mengikuti TKA. Ujian ini meliputi tiga mata pelajaran wajib Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris serta dua mata pelajaran pilihan yang disesuaikan dengan rencana jurusan kuliah siswa, sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 95 Tahun 2025.
“Siswa yang ingin masuk kedokteran, misalnya, memilih Biologi dan Kimia, sedangkan yang tertarik ke bidang teknik memilih Fisika dan Matematika tingkat lanjut,” jelas Bambang.
Untuk membantu siswa beradaptasi, SMAN 2 Bogor juga menyiapkan program pemantapan dua kali seminggu dari Selasa hingga Jumat, dengan pengelompokan berdasarkan mata pelajaran pilihan.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa menghadapi sistem penilaian baru tersebut.
Bambang menegaskan, TKA bukan lagi alat penentu kelulusan seperti ujian nasional pada masa lalu, melainkan tes standar nasional untuk mengukur capaian akademik siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun.
“Walau tidak wajib, kami tetap mendorong seluruh siswa untuk berpartisipasi karena nilai TKA dapat menjadi salah satu syarat masuk perguruan tinggi negeri, bahkan masih berlaku jika siswa menunda kuliah,” tambahnya.
Secara umum, pelaksanaan TKA di SMAN 2 Kota Bogor berjalan lancar tanpa kendala berarti. Bagi siswa yang berhalangan hadir karena sakit, sekolah juga telah menyiapkan jadwal ujian susulan agar seluruh peserta tetap mendapatkan kesempatan yang sama. (Abizar)
