Kota Bogor, BogorUpdate.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor pada Kamis (1/10/2026) sore mengakibatkan dahan pohon berukuran besar patah dan menutupi ruas Jalan Sawojajar, Kecamatan Bogor Tengah.
Insiden yang terjadi tepat di depan Bank Panin, kawasan Pasar Anyar ini sempat melumpuhkan akses lalu lintas karena material pohon menimpa jaringan kabel hingga menjuntai ke jalan.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, demi alasan keselamatan, petugas gabungan terpaksa menutup sementara akses jalan bagi pengendara kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat selama proses evakuasi berlangsung.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bogor, Muhammad Rizky Nugraha, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian dari masyarakat melalui media sosial sekitar pukul 17.00 WIB. Kondisi di lapangan dinilai cukup rawan karena dahan pohon menimpa kabel utilitas yang masih beraliran listrik.
“Kondisinya cukup parah karena pohon tersebut terkena kabel PLN dan kabel optik. Sebagian pohon juga masih menempel di kabel yang aktif. Karena itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mematikan aliran listrik sementara agar teman-teman yang bekerja memangkas pohon berada dalam kondisi aman,” ungkap Rizky di lokasi kejadian.
Menurut Rizky, dahan pohon yang patah tersebut sebenarnya tidak dalam kondisi rapuh atau lapuk. Kuatnya sapuan angin dan tingginya curah hujan menjadi faktor utama penyebab robohnya pohon tersebut.
Evakuasi material pohon dilakukan secara lintas sektoral guna mempercepat pembersihan akses jalan.
Tim gabungan yang turun ke lapangan terdiri dari empat personel BPBD, serta dibantu oleh jajaran Damkar Kota Bogor, Tagana, kepolisian, PLN, dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim). Koordinasi dengan Disperumkim sangat dibutuhkan mengingat tingginya pohon memerlukan kendaraan dan alat khusus.
Menyikapi rentetan kejadian pohon tumbang belakangan ini, termasuk insiden di Balekambang pada akhir September lalu, Rizky menjelaskan bahwa langkah mitigasi sejatinya terus berjalan.
Disperumkim Kota Bogor telah melakukan pemetaan dan menandai pohon-pohon yang berpotensi rawan menggunakan barcode di sejumlah jalan utama.
“Pohon-pohon tersebut sudah dipetakan, namun mungkin karena keterbatasan personel, waktu, dan banyaknya pohon yang berpotensi tumbang, belum semuanya bisa ditangani. Apalagi dengan cuaca ekstrem, pohon yang terlihat kuat atau bahkan yang sudah dipangkas pun tetap memiliki kemungkinan untuk tumbang,” jelasnya.
Mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi, BPBD Kota Bogor kembali mengeluarkan imbauan keselamatan bagi warga.
“Akhir-akhir ini hujan dan angin kencang cukup sering terjadi di Kota Bogor. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, dan yang terpenting jangan pernah berlindung di bawah pohon-pohon besar saat terjadi hujan lebat karena sangat berpotensi tumbang,” pungkas Rizky. (Abizar)





