Cisarua, BogorUpdate.com – EIGER Nature bersiap membuka destinasi wisatanya untuk publik pada September 2026. Menjelang pembukaan tersebut, EIGER Nature menggelar Media Gathering selama dua hari, 19-20 Agustus 2026, di kawasan EIGER Nature, Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut mempertemukan manajemen EIGER Nature dengan sejumlah media nasional, regional, dan lokal. Selain memperkenalkan perkembangan terbaru destinasi, kegiatan ini menjadi ruang dialog mengenai arah dan masa depan ekowisata di Indonesia.
Mengusung semangat “Dari Indonesia, untuk Indonesia”, Media Gathering dikemas dalam konsep percakapan santai dan berbagi pengalaman. Media diajak mengenal lebih dekat visi, prinsip, serta komitmen EIGER Nature dalam mengembangkan destinasi berbasis alam.
Direktur EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan perubahan dari EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature menjadi bagian dari perjalanan transformasi destinasi tersebut.
Menurutnya, pembukaan untuk publik bukan menjadi akhir dari proses pengembangan, melainkan awal dari perjalanan panjang EIGER Nature.
“Kami ingin membuka ruang percakapan yang lebih dekat dengan media karena perjalanan EIGER Nature bukan sesuatu yang selesai ketika destinasi dibuka. Ini adalah perjalanan jangka panjang,” ujar Imanuel.
Ia berharap masukan dan perspektif dari berbagai pihak dapat membantu EIGER Nature terus berkembang dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.
Fokus pada Ekowisata Berkelanjutan
Head of Division ESG EIGER Nature, Een Irawan Putra, menjelaskan aspek lingkungan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan destinasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah pendekatan, mulai dari konservasi, pemulihan lingkungan, pengelolaan sumber daya hingga pelibatan masyarakat.
“Bagi kami, ekowisata bukan hanya tentang bagaimana menjaga alam, tetapi juga bagaimana menciptakan hubungan yang lebih baik antara alam, manusia, dan masyarakat,” kata Een.
Untuk memperkuat pengembangan berbasis keilmuan, EIGER Nature juga melibatkan tim pakar lintas bidang.
Tim tersebut mencakup Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc di bidang konservasi hutan dan botani; Dr. Ir. Yuli Suharnoto, M.Eng di bidang hidrologi; Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si di bidang satwa liar; Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc di bidang pencemaran dan dampak lingkungan; serta Dr. Ir. Siti Amanah, M.Sc yang fokus pada sosial ekonomi masyarakat.
Gunakan Teknologi untuk Pengalaman Pengunjung
Selain konservasi, EIGER Nature juga menyiapkan pengalaman wisata yang terintegrasi dengan dukungan teknologi.
Head of General Manager EIGER Nature, Faris Priyanto, mengatakan teknologi akan digunakan untuk membuat perjalanan pengunjung lebih praktis dan nyaman.
Konsep tersebut diterapkan melalui sistem paperless yang mengintegrasikan aplikasi, wristband, sistem akses, informasi hingga transaksi digital menggunakan EIGER Coins.
“Bagi kami, teknologi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pengalaman di alam. Dengan sistem yang terintegrasi, kami ingin membuat perjalanan pengunjung menjadi lebih mudah, nyaman, dan personal,” ujar Faris.
Menjelang fase pembukaan, EIGER Nature masih melakukan berbagai persiapan, mulai dari pengalaman pengunjung, operasional, fasilitas hingga layanan.
Dengan mengusung tagline “The Place of Meaningful Adventure”, EIGER Nature dijadwalkan membuka akses untuk publik pada September 2026.
Destinasi tersebut membawa konsep wisata yang tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati alam, tetapi juga pembelajaran dan makna dari setiap perjalanan yang dilakukan pengunjung.










