Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

JPO MA Salmun Segera Dibangun, Dedie Rachim Minta PKL Pindah ke Blok F Pasar Anyar

×

JPO MA Salmun Segera Dibangun, Dedie Rachim Minta PKL Pindah ke Blok F Pasar Anyar

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meninjau lokasi rencana pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (28/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Dedie meminta para pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di sekitar Jalan MA Salmun untuk berpindah ke dalam Pasar Anyar, khususnya Blok F.

Dedie bahkan mendatangi lapak PKL satu per satu untuk menyampaikan rencana penataan kawasan tersebut.

Menurut Dedie, pemindahan PKL diperlukan karena area tersebut akan terdampak pembangunan JPO. Selain itu, pelintasan sebidang kereta api di Jalan MA Salmun nantinya akan ditutup total.

“Mau dibikin jembatan Pak, jadi ini harus dipindah semua ke Blok F. Ini jalan ditutup, rel ditutup. Jadi ini semua harus pindah ke pasar ya,” kata Dedie kepada salah seorang PKL.

“Iya Pak, siap, beres,” jawab PKL tersebut.

Dedie kemudian mengingatkan pedagang bahwa pembangunan JPO nantinya akan membutuhkan konstruksi berupa tiang besar di sekitar lokasi.

“Nanti ada tiang besar, pindah ya, oke,” ujar Dedie.

“Iya Pak, oke,” jawab pedagang sambil mengacungkan jempol.

JPO MA Salmun Panjang 120 Meter

Dedie menjelaskan, JPO yang akan dibangun di kawasan MA Salmun memiliki panjang sekitar 120 meter dengan lebar 2,5 meter pada masing-masing ruas.

JPO tersebut nantinya menjadi akses pengganti setelah pelintasan sebidang kereta api di Jalan MA Salmun ditutup.

Menurut Dedie, akses yang dibangun akan mengakomodasi pergerakan sepeda motor dan pejalan kaki melalui jalur yang disiapkan dalam konstruksi JPO.

“Kalau dari Jalan Merdeka-MA Salmun, setelah jembatan MA Salmun ada jembatan untuk motor, yang sebelah kanan di seberangnya nanti ada untuk orang. Tangga. Jadi ada tangga, jadi ada dua. Ya, insyaallah bisa mengakomodir,” kata Dedie.

Untuk tahap awal, Pemkot Bogor mendapatkan bantuan insentif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebesar Rp2 miliar.

Dana tersebut akan digunakan sebagai modal awal pembangunan JPO MA Salmun pada 2026. Sementara kelanjutan pembangunan akan dianggarkan pada 2027.

“Kombinasi antara Dana Insentif Daerah (DID) karena kita menang kemarin untuk creative financing, jadi dikasih Rp2 miliar. Saya bilang yang Rp2 miliar ini untuk mulai bikin JPO MA Salmun,” ujar Dedie.

PKL Diarahkan ke Blok F dan Hanggar Nyi Raja Permas

Sebelum pembangunan JPO dimulai, Pemkot Bogor akan melakukan clear area atau penataan kawasan dari aktivitas PKL di sekitar lokasi.

Para pedagang diarahkan untuk menempati area di dalam Pasar Anyar, khususnya Blok F. Pemkot juga menyiapkan alternatif lokasi di hanggar Jalan Nyi Raja Permas.

Penataan tersebut dilakukan agar proses pembangunan JPO dapat berjalan tanpa terganggu aktivitas perdagangan di sekitar lokasi.

Selain penataan PKL, Pemkot Bogor juga akan melakukan sejumlah penyesuaian terhadap akses di Jalan MA Salmun.

Penyesuaian itu mencakup akses menuju depo PT KAI Bogor hingga kebutuhan bongkar muat bagi para pedagang.

“Nanti ada beberapa penyesuaian dan insyaallah kita akomodir lah. PKL kita akomodir, kemudian juga kepentingan untuk depo PT KAI, akses jalan kita akomodir. Pedagang tadi minta juga ada akses untuk bongkar muat kita akomodir. Ya, insyaallah lah semuanya baik-baik,” jelas Dedie.

Dengan pembangunan JPO tersebut, pelintasan sebidang kereta api di Jalan MA Salmun nantinya tidak lagi digunakan oleh pengendara maupun warga yang berjalan kaki.

JPO akan menjadi akses penghubung dari kawasan Pasar Anyar menuju Jalan Merdeka maupun sebaliknya.

Pemkot Bogor memastikan penataan PKL dan penyesuaian akses kawasan menjadi bagian dari tahapan awal sebelum pembangunan JPO MA Salmun dilaksanakan. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *