Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Jukir Suryakencana Keluhkan Parkir QRIS: Bagus, Tapi Ribet

×

Jukir Suryakencana Keluhkan Parkir QRIS: Bagus, Tapi Ribet

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Penerapan pembayaran parkir menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kota Bogor mendapat tanggapan beragam dari juru parkir (jukir).

Meski dinilai mendukung transaksi non tunai, sistem tersebut dianggap masih menyulitkan dalam pelaksanaannya di lapangan.

Salah satu lokasi yang telah menerapkan pembayaran parkir menggunakan QRIS adalah Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Salah satu juru parkir Jalan suryakencana Fikri (30), mengaku sistem pembayaran digital sebenarnya cukup baik. Namun, ia menilai proses transaksi menjadi lebih rumit karena harus mencatat nomor polisi kendaraan terlebih dahulu.

“Bagus sih ya pembayaran memakai QRIS, tapi agak ribet karena harus ditulis dulu pelat nomor kendaraannya,” ujar Fikri,” Selasa (13/10/2026).

Ia berharap sistem pembayaran parkir di Kota Bogor dapat kembali menyediakan opsi pembayaran tunai sepenuhnya agar transaksi lebih mudah dilakukan.

“Pengennya jangan pakai QRIS. Mudah-mudahan bisa tunai lagi pembayarannya,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mendorong digitalisasi pembayaran parkir untuk meningkatkan transparansi penerimaan retribusi sekaligus menekan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa penerapan QRIS telah menjangkau 91 titik parkir atau sekitar 71 persen dari lokasi yang telah teridentifikasi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari percepatan optimalisasi retribusi parkir yang dibahas dalam rapat persiapan di Balai Kota Bogor.

Menurut Jenal, pemerintah juga menemukan potensi penambahan lokasi parkir yang dapat menjadi sumber penerimaan daerah. Dari 115 titik parkir lama, teridentifikasi 35 titik parkir baru dan 15 titik parkir malam.

“Dari hasil rapat ketiga persiapan optimalisasi retribusi parkir ini, dari 115 titik lama, kini teridentifikasi penambahan 35 titik baru dan 15 titik parkir malam. Pembagian QRIS saat ini sudah mencapai 71 persen, sehingga 91 titik parkir di Kota Bogor sudah menerapkan sistem QRIS,” ujar Jenal.

Pemkot Bogor menargetkan penerapan pembayaran parkir digital dapat menjangkau seluruh juru parkir. Dengan demikian, pengelolaan retribusi diharapkan semakin transparan dan kontribusinya terhadap PAD dapat lebih optimal. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *