Olahraga, BogorUpdate.com – Kontingen Kabupaten Bogor berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perak dalam Invitasi Olahraga Tradisional (Ortrad) antarsiswa Sekolah Dasar (SD) tingkat Jawa Barat 2026 yang dipusatkan di Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, pada 27–28 Oktober 2026.
Ajang yang diikuti kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat tersebut berlangsung meriah.
Para peserta berkompetisi dalam lima cabang olahraga tradisional, yakni dagongan, egrang, tarompah panjang, sumpitan, dan hadang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor sekaligus Ketua Kontingen, Asnan AP, mengapresiasi seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, invitasi olahraga tradisional tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga sarana melestarikan permainan tradisional sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat gotong royong kepada generasi muda.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kontingen yang telah berpartisipasi dan menjaga suasana kompetisi tetap kondusif hingga kegiatan berakhir.
“Alhamdulillah, penyelenggaraan Invitasi Olahraga Tradisional tingkat Jawa Barat ini berjalan dengan baik. Terima kasih kepada seluruh kontingen yang telah berpartisipasi dan menunjukkan semangat sportivitas selama pertandingan,” ujarnya.
Asnan berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk kembali mengenalkan olahraga tradisional kepada anak-anak di tengah perkembangan olahraga modern.
Selain itu, ajang ini diharapkan mampu mendorong sekolah dan pemerintah daerah untuk terus mengembangkan permainan tradisional sebagai bagian dari pembinaan olahraga sejak usia dini.
Sementara itu, Sekretaris Kontingen, Elwi Sulsitiyanto, turut mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari Pemprov Jabar, panitia, perangkat pertandingan, pendamping, hingga para peserta.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan banyak pihak.
Ia berharap pengalaman bertanding di Gelora Pakansari dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga.
“Terima kasih kepada seluruh kontingen dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga olahraga tradisional semakin diminati anak-anak dan terus dilestarikan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, sambung Elwi, diharapkan olahraga tradisional semakin dikenal dan diminati generasi muda.
Selain menjadi sarana kompetisi, permainan tradisional juga memiliki nilai edukasi yang dapat membentuk karakter, melatih kerja sama tim, serta mempererat persahabatan antarpelajar dari berbagai daerah.
Adapun hasil lengkap Invitasi Olahraga Tradisional SD se-Jawa Barat 2026, yakni cabang dagongan menempatkan Kabupaten Karawang sebagai juara pertama, Kabupaten Bandung juara kedua, dan Kabupaten Ciamis juara ketiga.
Pada cabang egrang, juara pertama diraih Kabupaten Majalengka, juara kedua Kabupaten Purwakarta, dan juara ketiga Kabupaten Karawang.
Cabang tarompah panjang dimenangkan Kabupaten Ciamis, disusul Kabupaten Pangandaran sebagai juara kedua dan Kabupaten Majalengka sebagai juara ketiga.
Sementara itu, pada cabang sumpitan, Kota Bogor meraih juara pertama, Kabupaten Bogor juara kedua, dan Kabupaten Ciamis juara ketiga.
Adapun pada cabang hadang, Kabupaten Bogor keluar sebagai juara pertama, Kabupaten Karawang juara kedua, dan Kota Bogor juara ketiga. (Sep)






