Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Mantap! Pemdes Cileungsi Kidul Tanggung Biaya Pengobatan Warga Yang Diserang OTK

×

Mantap! Pemdes Cileungsi Kidul Tanggung Biaya Pengobatan Warga Yang Diserang OTK

Sebarkan artikel ini

Kades Cileungsi Kidul, Rudi Sukarya (sebelah kanan) saat menjenguk koban penyerangan OTK di RSUD Cileungsi.

Cileungsi, BogorUpdate.com
Pemerintah Desa (Pemdes) Cileungsi Kidul, Tanggung biaya pengobatan korban luka penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) beberapa waktu lalu yang menyebabkan 8 orang warga Kp Cibereum, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi.

Kepala Desa Cileungsi Kidul, Rudi Sukarya mengatakan, langkah tersebut dilakukan pihaknya agar warga yang megalami musibah akibat penyerangan OTK beberapa waktu lalu itu dapat meringankan biaya pengobatan saat mengalami luka akibat sabetan senjata tajam hingga harus dibawa ke RSUD Cileungsi untuk mendapatkan penanganan.

“Alhamdulillah warga yang mengalami luka akibat penyerangan oleh OTK dan dirawat di RSUD Cileungsi sudah bisa pulang. Semua biaya pengobatan ke 4 dari 8 warga yang dirawat ditanggung oleh Pemerintah Desa Cileungsi Kidul,” kata Kades kepada Bogorupdate.com, Senin (23/8/21).

Kades menambahkan, meski beberapa warga yang dibiayai oleh Pemdes tersebut berasal dari daerah luar Cileungsi. Namun atas dasar kemanusiaan, pihak Desa memberikan biaya full sampai dipulangkan kerumah masing masing.

“Ada beberapa warga yang aslinya bukan warga cileungsi. Namun sudah memiliki surat domisili di Desa Cileungsi kidul, dan semua biaya kami tanggung atas dasar kemanusiaan. Artinya semua yang tinggal di Cileungsi kidul menjadi tanggungjawab kami dalam hal pelayanan,” ujarnya.

Sementara itu, Arif (48) salah satu korban yang mendapatkan fasilitas pembiayaan dari pemdes Cileungsi Kidul, menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemdes Cileungsi kidul yang sudah membayar biaya rumah sakit.

“Saya selaku warga Cileungsi Kidul merasa bangga punya pemimpin seperti pak Kades Rudi Sukarya karena sudah membantu biaya pengobatan yang mencapai Rp 17 juta. Kalau bukan dari Desa saya juga bingung mau bayar uang dari mana,” pungkasnya.

 

 

 

 

(Jis/Bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *