Kota Bogor. BogorUpdate.com – Pengelola Kebun Raya Bogor melalui PT Mitra Natura Raya resmi menggelar perhelatan musik perdana bertajuk Jazz di Kebun pada Sabtu (7/11/2026).
Konser musik yang berlangsung satu hari penuh tersebut sukses menyedot perhatian masyarakat hingga seluruh 5.000 lembar tiket yang disediakan ludes terjual (sold out).
Managing Director Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, menjelaskan bahwa perhelatan Jazz di Kebun merupakan inisiasi baru sekaligus bentuk perluasan pasar (market expansion) dari kesuksesan event Sunset di Kebun yang sebelumnya lebih dominan mengusung musik pop untuk segmen Gen Z.
“Jika sebelumnya Sunset di Kebun kental dengan nuansa pop anak muda, kali ini kami menghadirkan nuansa musik jazz. Tujuannya agar pengunjung Kebun Raya bisa mendapatkan pengalaman baru menikmati musik jazz, namun tetap memperoleh pesan-pesan edukasi lingkungan dan konservasi,” ujar Marga Anggrianto di Kebun Raya Bogor, Sabtu (7/11/2026).
Konsep Ramah Keluarga dan Perluasan Segmen
Marga menambahkan, pemilihan genre jazz terbukti ampuh menarik antusiasme pengunjung dari berbagai kalangan usia. Selain disukai generasi muda, event ini banyak dihadiri oleh pengunjung senior yang datang memboyong keluarga besar merekan
Hal ini sejalan dengan komitmen Kebun Raya Bogor yang sejak awal konsisten menjaga marwah kawasan sebagai tempat wisata yang ramah keluarga (family-friendly).
“Sejak awal merancang event ini, kami memang mengusung konsep family-friendly. Kebun Raya bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga venue yang ramah keluarga. Pengunjung bisa menikmati alunan musik dan keasrian alam, sekaligus mendapatkan edukasi lingkungan,” terangnya.
Tidak hanya menyajikan pertunjukan musik, pihak penyelenggara juga menyisipkan berbagai kegiatan edukasi secara cuma-cuma di area venue saat jeda pergantian artis (downtime), salah satunya melalui kelas merangkai bunga.
Di samping itu, event ini turut menggelorakan kampanye Plant Heroes, sebuah gerakan edukasi untuk mengenalkan keanekaragaman tanaman endemik asli Indonesia kepada generasi muda.
“Kami mengusung kampanye Plant Heroes agar anak muda lebih tertarik mengenal tanaman endemik asli Indonesia. Istilah ini kami gunakan agar lebih catchy dan menarik perhatian mereka, karena jika menggunakan bahasa baku atau ilmiah, biasanya kurang diminati,” jelas Marga.
Ludes 5.000 Tiket dan Potensi Ekspansi
Terkait tingkat partisipasi penonton, Marga menyampaikan apresiasi atas sambutan luar biasa dari masyarakat. Kuota maksimal penonton sebanyak 5.000 orang berhasil terpenuhi secara penuh.
“Target kami 5.000 pengunjung yang menonton Jazz di Kebun, dan alhamdulillah seluruh tiket sold out. Jadi pas ada 5.000 orang yang hadir ke sini,” ungkapnya.
Mengenai potensi menjadikan Jazz di Kebun sebagai agenda tahunan atau meluaskan jangkauannya ke lokasi lain seperti Kebun Raya Cibodas, Marga menyebut pihak manajemen akan melakukan evaluasi menyeluruh usai perhelatan usai.
“Tentu rencana untuk ekspansi itu ada. Namun, fokus utama kami saat ini adalah menyukseskan perhelatan perdana ini terlebih dahulu. Melihat sinyal positif dan antusiasme yang ada, nanti setelah event selesai kami akan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya,” pungkas Marga. (Abizar)






