Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset, UIKA Bogor Gandeng Kementerian Pendidikan Malaysia

×

Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset, UIKA Bogor Gandeng Kementerian Pendidikan Malaysia

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor dan Kementerian Pendidikan Malaysia sepakat memperkuat kolaborasi strategis di bidang pendidikan, penelitian, literasi, dan pengembangan sumber daya manusia demi mewujudkan peradaban Masyarakat Madani.

Inisiasi kerja sama tersebut dibahas langsung dalam pertemuan antara Rektor UIKA Bogor, Prof. Mujahidin, dengan Menteri Pendidikan Malaysia, YB Datuk Seri Fadhlina Sidek, di Kantor Kementerian Pendidikan Malaysia, Putrajaya, Kamis (22/10/2026).

Dalam dialog tersebut, kedua pihak bertukar pandangan mengenai tantangan dunia pendidikan modern, khususnya pentingnya menghidupkan kembali tradisi intelektual serta menguatkan peran keluarga dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab.

Prof. Mujahidin, yang juga merupakan Guru Besar bidang Pendidikan Masyarakat FKIP UIKA Bogor, mengusulkan agar sektor pendidikan masyarakat dan keluarga dijadikan prioritas utama riset dan pengabdian bersama.

Menurutnya, keluarga merupakan al-madrasah al-ula atau sekolah pertama bagi anak dalam pembentukan karakter dasar.

“Pendidikan masyarakat sangat terkait dengan upaya pemberdayaan berbagai entitas agar menjadi lebih siap dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Prof. Mujahidin.

Penguatan pendidikan keluarga dinilai kian mendesak di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.

Oleh karena itu, riset bersama akan difokuskan pada pola pengasuhan, komunikasi orang tua dan anak, pendidikan karakter, penguatan literasi, serta pendampingan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Selain sektor keluarga, pengembangan tatanan Masyarakat Madani juga didorong melalui pemikiran tokoh-tokoh besar kedua negara. Anggota delegasi UIKA Bogor yang juga Wakil Ketua YPIKA sekaligus Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), H. Fathurrahman Mahfudz, mengusulkan pentingnya menghidupkan kembali warisan intelektual seperti Mohammad Natsir dari Indonesia dan Datuk Dr. Siddiq Fadzil dari Malaysia.

Menteri Pendidikan Malaysia, YB Datuk Seri Fadhlina Sidek, menyambut positif usulan tersebut sebagai peluang kolaborasi dalam pengembangan literasi, penerbitan buku, publikasi lintas bahasa, dan riset pendidikan kontemporer.

Di sisi lain, kedua pihak menaruh perhatian pada perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI). UIKA Bogor dan Kementerian Pendidikan Malaysia berencana mengembangkan seminar akademik dan publikasi ilmiah untuk mengawal agar pemanfaatan AI dalam pembelajaran tetap menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai kemanusiaan.

Guna menentukan mekanisme pelaksanaan dan prioritas program secara konkret, Prof. Mujahidin secara resmi mengundang YB Datuk Seri Fadhlina Sidek untuk berkunjung langsung ke Kampus UIKA Bogor.

Ia memaparkan sejarah singkat UIKA Bogor sebagai kampus perjuangan yang didirikan pada tahun 1961 atas prakarsa KH Sholeh Iskandar bersama para ulama dan pejuang umat, dengan komitmen mengintegrasikan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan pengabdian masyarakat.

Kunjungan balasan tersebut diharapkan menjadi momentum awal untuk merumuskan aksi nyata kerja sama bilateral dalam bidang pendidikan keluarga, literasi, dan riset terpadu demi mencetak generasi berkarakter yang siap menghadapi tantangan zaman. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *