Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Tinjau SMA KTB di Gunung Sindur, Wakapolri Evaluasi Sejumlah Sektor

×

Tinjau SMA KTB di Gunung Sindur, Wakapolri Evaluasi Sejumlah Sektor

Sebarkan artikel ini
Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo saat meninjau SMA KTB di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. (Erwin | Bogorupdate)

Gunung Sindur, BogorUpdate.com – Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Selasa, (29/9/2026).

Dalam peninjauannya itu, Dedi berkomitmen bahwa dirinya siap mengawal pengembangan SMA KTB agar semakin siap menerima siswa baru.

Musabab, sehari sebelumnya SMA KTB telah membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga Tahun Ajaran 2027/2028.

Adapun, dalam peninjauan itu, Dedi mengecek sejumlah fasilitas utama sekolah seperti lapangan sepak bola dan lintasan jogging, ruang siswa, asrama, rumah tenaga pendidik, perpustakaan hingga laboratorium robotik.

“Yang kita siapkan ini bukan hanya tempat untuk belajar, tapi ekosistem pendidikan yang mampu membentuk karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan siswa menghadapi perkembangan zaman,” ujar Dedi kepada wartawan.

Selain meninjau sejumlah fasilitas sekolah, Dedi pun mendiskusikan kaitan akreditasi dengan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) mengenai proses dan hasil asesmen SMA KTB.

Menurut Dedi, akreditasi harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas sekolah.

Oleh karena itu, Dedi memberikan beberapa evaluasi kepada SMA KTB di Gunung Sindur agar terus melakukan pembenahan secara menyeluruh ke berbagai sektor seperti fasilitas, mutu pembelajaran, kualitas peserta didik, tata kelola, penguatan karakter, budaya literasi, pengembangan teknologi, dan standar layanan pendidikan.

“Setiap hasil dan masukan dari proses akreditasi harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki apa yang masih kurang dan memperkuat apa yang sudah baik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Dedi pun mendorong agar perpustakaan menjadi pusat pembelajaran dan interaksi akademik, bukan sekadar tempat menyimpan buku.

Dedi berharap, proses pengembangannya bisa memadukan koleksi fisik dengan layanan digital, termasuk peluang integrasi dengan Perpustakaan Nasional serta sistem pemanfaatan ruang belajar.

Kemudian, dia juga mendorong agar jam layanan bisa lebih fleksibel hingga malam hari agar siswa memiliki ruang yang mendukung kegiatan belajar mandiri.

“Yang kita bangun adalah sistem pendidikan yang terus belajar dan berkembang,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *