Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meresmikan dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangrasa sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peresmian berlangsung di Jalan Dr. H. Soeparman No. 88, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kamis (29/1/2026).
Jenal menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar, tetapi juga harus memberi manfaat bagi kelompok rentan lainnya. Mulai dari balita yang mengalami stunting, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
“Harapannya dapur SPPG Sindangrasa yang kedua di Bogor Timur ini benar-benar berdampak luas. Ada kuota yang sudah ditetapkan dan akan terus kami pantau,” ujar Jenal.
Tak hanya fokus pada aspek kesehatan, Jenal juga mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi dapur.
Ia berharap UMKM tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut ambil bagian dalam rantai pasok maupun operasional dapur agar ekonomi masyarakat sekitar ikut bergerak.
Meski telah diresmikan, dapur SPPG Sindangrasa belum beroperasi secara penuh. Kegiatan produksi baru akan dimulai pekan depan setelah seluruh proses sterilisasi selesai dilakukan.
Dalam kesempatan tersebut, Jenal juga meninjau langsung fasilitas dapur, termasuk sistem pengawasan CCTV yang terpasang di setiap ruangan.
“Saya pastikan seluruh kru bekerja sesuai bidangnya masing-masing dan tidak berpindah tempat. Ini penting untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan profesionalisme, sekaligus membangun kepercayaan mitra dan yayasan,” tegasnya.
Namun demikian, Jenal memberikan catatan serius terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Berdasarkan data yang ada, dari total 90 dapur MBG di Kota Bogor, baru 31 dapur yang telah mengantongi sertifikat tersebut.
“Minggu depan akan kita gelar rapat koordinasi dengan seluruh SPPG se-Kota Bogor. Kita bedah apa kendalanya sehingga SLHS ini belum tuntas. Pengawasan standar higienitas itu tidak bisa ditawar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Garuda Putra, Iwan Kustiawan, menyampaikan bahwa dapur SPPG Sindangrasa ditargetkan memproduksi sekitar 2.500 porsi MBG per hari. Sasaran distribusi mencakup siswa SD hingga SMA, serta layanan posyandu di wilayah Bogor Timur.
“Kami mulai beroperasi pekan depan. Bahan baku akan disuplai dari UMKM setempat dan Koperasi Merah Putih sesuai petunjuk teknis dari BKN, agar roda perekonomian lokal bisa terus berputar,” pungkasnya. (Abizar)












