Kemang, BogorUpdate.com – Pemerintah Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-2, Sabtu (31/1/2026).
Peresmian ini diharapkan dapat memperluas manfaat pemenuhan gizi bagi pelajar dan masyarakat di wilayah Desa Tegal.
Launching Dapur SPPG tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Kemang, Kepala Desa Tegal, perwakilan DPR RI dari Partai Gerindra, perwakilan Bank BNI, serta para kepala sekolah penerima manfaat.
Kepala Dapur SPPG, Arbi, menyampaikan bahwa seluruh persiapan operasional telah dilakukan secara maksimal, baik dari segi fasilitas maupun sumber daya manusia.
“Untuk persiapan, kami sudah maksimal. Dari segi ruangan sudah lengkap, mulai dari area loker, area loading yang terpisah dengan unloading, dua jalur berbeda, area persiapan, pengolahan makanan, pemorsian, hingga ruang gas yang terbuka,” ujar Arbi kepada wartawan.
Ia menambahkan, ruang pencucian ompreng telah dilengkapi mesin pengering sekaligus sterilisasi. Selain itu, fasilitas pergudangan dan ruang kantor dinilai sangat memadai serta telah dilengkapi pendingin ruangan untuk pengaturan suhu.
“Untuk penerima manfaat, saat ini kami sudah melakukan MOU dengan 21 sekolah. Total penerima manfaat sebanyak 1.500 orang dan ke depan akan terus bertambah secara bertahap sesuai arahan dari BGN Pusat,” jelasnya.
Dari sisi sumber daya manusia, Arbi menyebutkan bahwa struktur kepengurusan dapur telah lengkap. Terdapat kepala dapur, akuntan dengan kualifikasi sarjana akuntansi, 47 relawan, serta seorang head chef.
“Untuk bahan baku, kami bekerja sama dengan UMKM lokal. Selama kualitasnya memenuhi persyaratan, tentu akan kami utamakan produk dari UMKM setempat,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tegal, Omat Jayadihati, menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya Dapur SPPG ke-2 di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan dapur ini akan memperluas jangkauan penerima manfaat program pemenuhan gizi.
“Tentunya kami sangat bersyukur. Dengan adanya dapur kedua ini, semakin banyak penerima manfaat yang bisa merasakan program ini,” ujar Omat Jayadihati.
Ia juga berpesan agar pengelola dapur bekerja secara profesional dan menjalankan seluruh standar operasional prosedur (SOP) dengan baik.
“Pesan khusus saya, jalankan tugas dengan profesional dan patuhi SOP. Belajar dari isu-isu yang terjadi di wilayah lain, jangan sampai hal tersebut terjadi di Desa Tegal,” pungkasnya. (Dyn)







