Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaEkobisHomeNews

Pedagang Pasar Jambu Dua Keluhkan Sepi Pembeli

×

Pedagang Pasar Jambu Dua Keluhkan Sepi Pembeli

Sebarkan artikel ini

Pedagang Pasar Jambu Dua Keluhkan Sepi Pembeli. (Abizar/Bogorupdate)

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pasar Jambu Dua Bogor mulai diproyeksikan sebagai pusat belanja baru di Kota Bogor setelah proses revitalisasi dan relokasi pedagang dari Pasar Bogor. Namun, hingga kini aktivitas perdagangan di pasar tersebut masih belum sepenuhnya berjalan optimal.

Pasar Jambu Dua terus berbenah untuk memperkuat posisinya sebagai pasar tradisional modern yang nyaman bagi masyarakat. Proses pengisian kios dan los saat ini masih berlangsung secara bertahap.

Berdasarkan data terbaru, terdapat 300 lebih pedagang yang terdaftar di Pasar Jambu Dua Bogor saat ini, dengan rincian 268 pedagang lama serta tambahan pedagang dari program relokasi Pasar Bogor yang mulai mengisi area pasar.

Kepala Unit Pasar Jambu Dua Bogor, Iwan Arif Budiman, mengatakan bahwa aktivitas perdagangan mulai terlihat, meskipun jumlah pedagang aktif masih terbatas.

“Untuk lantai dasar, dari total 36 los yang sudah terdaftar, saat ini baru 12 pedagang yang aktif berjualan. Sementara di lantai atas, dari 198 pedagang yang sudah mendaftar, baru sekitar 6 pedagang yang aktif dengan menempati 11 los,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi, Selasa (31/3/26).

Menurutnya, pihak pengelola terus mendorong para pedagang untuk segera menempati kios yang telah disediakan agar aktivitas ekonomi di pasar dapat berjalan maksimal.

Di sisi lain, sejumlah pedagang mengaku masih menghadapi berbagai kendala selama masa transisi pasca relokasi.

Rio, pemilik toko kue kering “Tekad Nasution”, yang pindah dari Pasar Bogor sejak September 2025, mengungkapkan bahwa omzet penjualannya mengalami penurunan signifikan.

“Kami merasakan penurunan omzet. Sosialisasi dari pengelola masih kurang, kemudian masalah parkir juga belum tertata dengan baik, serta akses angkutan umum yang belum melewati jalur utama pasar,” kata Rio.

Ia berharap pengelola dapat meningkatkan upaya promosi dan menghadirkan kegiatan yang mampu menarik minat pengunjung.

“Perlu dibuat event atau kegiatan rutin seperti di Pasar Gembrong Sukasari, agar pasar ini lebih ramai dan dikenal masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola melalui Perumda Pasar Pakuan Jaya menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap fasilitas pendukung, termasuk pengaturan parkir dan koordinasi dengan dinas terkait untuk penyesuaian trayek angkutan umum.

Pasar Jambu Dua Bogor diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga berkembang sebagai ikon pasar tradisional modern di Kota Bogor yang bersih, tertib, dan kompetitif di tengah pertumbuhan ritel modern.

Dengan kolaborasi antara pengelola dan pedagang, Pasar Jambu Dua optimistis dapat berkembang menjadi “pasar idaman” yang mampu menarik lebih banyak pengunjung dan menggerakkan ekonomi lokal. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *