Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Saatnya Merubah Paradigma

×

Saatnya Merubah Paradigma

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi kopi pait. (Net)

Kopi Pait
Oleh : Asep Syahmid

Opini, BogorUpdate.com – Berapa target medali emas, itulah kata-kata klasik yang selalu muncul tiap mau ada event olahraga antar daerah di tingkat Propinsi atau Nasional.

Mereka yang sangat enteng mengucapkan soal target medali kadang-kadang hatinya berkecamuk. Soalnya, atlet yang mendapat emasnya kadang kala atlet hasil mutasi instant yang diurus satu tahun atau beberapa bulan sebelum pelaksanaan Multi Event.

Target medali selama ini bisa diukur dengan kekuatan uang saat akan proses Mutasi Atlet!!!! Ini yang akan menjadi alarm bahaya bagi masa depan olahraga Kabupaten Bogor.

Perlu diketahui, bahwa target medali bukan sekadar angka dalam dokumen, melainkan representasi dari kesiapan sistem pembinaan.

Prestasi lahir dari proses panjang, bukan dari ambisi sesaat lewat budaya Mutasi Atlet.

Paradigma olahraga di Kabupaten Bogor sudah harus dirubah dan jangan menjadikan Mutasi Atlet Sebagai “BUDAYA” Musiman.

Ketika Mutasi Atlet jadi Kebiasaan, maka yang perlu dipertanyakan apakah masih perlu uang pembinaan di gelontorkan??

Apakah perlu dipertahankan keberadaan PPOPM jika lembaga keolahragaan yang ada lebih memprioritaskan melakukan Mutasi atlet ketika mau ada event Porda?

Harusnya Atlet-Atlet PPOPM jadi prioritas dan dioptimalkan masuk dalam Kontingen. Hingga mereka terbiasa dengan atmosfir kompetisi atau pertandingan.

Sebenarnya, Kabupaten Bogor punya segalanya, Kabupaten Bogor bisa juara selamanya di kancah olahraga Jawa Barat baik Porda maupun Peparda.

Bumi Tegar Beriman punya banyak daya dukung seperti Fasilitas atau Sarana Olahraga yang Lengkap, Jumlah Penduduk yang banyak hingga bisa melahirkan talenta atlet juara, APBD yang besar serta yang utama adalah Stakholder Keolahragaan harus Sinergi dengan Pemerintah Daerah.

Jika Kabupaten Bogor ingin melahirkan atlet berprestasi di multi event seperti Porda ataupun Peparda, maka pendekatan ilmiah, penguasaan data, serta kolaborasi semua pihak adalah sebuah keniscayaan.

Tak hanya itu, dalam olahraga modern seperti sekarang ini, kemenangan bukan lagi soal siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling siap secara sistem, sains, dan strategi.

Secara profesional, penentuan target medali merupakan keputusan kolektif yang melibatkan peran Pelatih Kepala, Tim Sport Science, Manager Tim, Pengurus Cabor, Pertimbangan KONI, NPCI atau Otoritas Pembina.

Hal lain yang perlu jadi kebutuhan oleh Lembaga Keolahragaan baik KONI dan NPCI adalah harus lebih melek dan mau memanfaatkan unsur unsur Sport Science untuk lebih adaptif dalam menghadapi perkembangan olahraga modern.

Peran sport science hari ini bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan utama. Cabang ilmu seperti fisiologi olahraga, biomekanika, psikologi olahraga, nutrisi, hingga performance analysis adalah bagian dari Sport Science.

Apakah Olahraga Kabupaten Bogor mau berjalan ditempat atau mau berlari dengan prestasi tiada henti hasil pembinaan sendiri???

Stakholder Keolahragaan harus seirama dengan Pemerintah daerah dan Stakholder Keolahragaan juga jangan alergi soal masukan kemajuan keilmuan dalam dunia olahraga.

Ini hanya sebuah masukan dan bukan usul yang usil. Siapa tahu apa yang dipaparkan ini ada manfaatnya bagi prestasi olahraga Olympic dan Paralympic Kabupaten Bogor kedepan yang diwarnai prestasi emas para atlet binaan sendiri yang berasal dari 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor.

Penulis tidak punya kepentingan atau mengincar jabatan apa-apa di lembaga keolahragaan. Selain itu penulis tidak melakukan Drama Cari Muka atau Adegan Bermuka Dua. Penulis selalu Ingat Purwadaksi hingga tak perlu senggol sana senggol sini.

Semoga paparan ini bisa membangunkan keterlenaan kita semua yang terjebak dengan praktek mutasi atlet yang kerap jadi budaya musiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *