Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePendidikan

Cegah Penyakit Zoonotik, Mahasiswa UI Bersama DPP Gelar Pelatihan Potong Hewan

×

Cegah Penyakit Zoonotik, Mahasiswa UI Bersama DPP Gelar Pelatihan Potong Hewan

Sebarkan artikel ini

 

Babakan Madang – BogorUpdate.com
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia (UI) bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Bogor gelar Pelatihan Pencerdasan Peternak, Penjual, Pemotong Hewan dan Kader tentang Tatalaksana Hewan Kurban dalam Rangka Pencegahan Penyakit Zoonotik di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor Tahun 2018

 

Hal itu disampaikan oleh Kartika Anggun Dimar Setio S.K.M., M.K.M. Dosen FKM UI yang juga narasumber dan penanggung jawab program kepada wartawan kemarin.

 

“Kita menggelar pelatihan itu selama empat hari terhitung hari Senin sampai Kamis, 16 – 19 Juli 2018. FKM dan DRPM UI bekerjasama DPP Kabupaten Bogor, ingin melatih cara Peternak, Penjual, Pemotong Hewan, dan Kader mengenai Tatalaksana Hewan Kurban dalam rangka Pencegahan Penyakit Zoonotik, di lokasi Kecamatan Babakan Madang, tepatnya diruang Pertemuan UPT Puskeswan Kelas A,” kata Kartika.

 

Ia menjelaskan, bahwa program ini merupakan program keberlanjutan dan perluasan kelompok sasaran dari program sebelumnya yang telah dilaksanakan di Kecamatan Bojongsari tahun 2017 dan Kecamatan Sawangan tahun 2014.

 

“Pelaksanaan program ini akan sangat strategis dan bermanfaat, karena bertepatan dengan persiapan menyambut hari Raya Kurban bulan Agustus 2018 yang akan datang,” ujarnya.

 

Di Indonesia, kata dosen FKM UI ini, banyak ditemukan penyakit zoonotik khususnya antraks. Berdasarkan laporan Sub Direktorat Zoonosis, Direktorat Pengendalian Penyakit yang bersumber dari Binatang, Depkes Indonesia tahun 2008 menyebutkan bahwa selama periode tahun 2002 hingga 2007 kasus penyakit antraks pada manusia di Indonesia mencapai 348 orang dengan angka CFR (Case Fatality Rate) sebesar 7,2 persen.

“Salah satu provinsi yang merupakan daerah endemis antraks yaitu Provinsi Jawa Barat. Daerah antraks di Jawa Barat adalah Kabupaten Bogor, Bekasi, Purwakarta, Subang, Karawang, Kota Bogor, Depok dan Bekasi (Puslitbangnak, 2011). Kecamatan Babakan Madang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang tercatat mempunyai angka kesakitan tertinggi dan angka kematian tertinggi di akhir tahun 2004,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa para peserta dalam pelatihan ini adalah peternak, penjual, pemotong hewan kurban, dan kader di Kecamatan Babakan Madang sebanyak 48 orang yang merupakan wakil dari beberapa Desa.

 

“Adapun tujuan dari pelaksanaan program di Kecamatan Babakan Madang ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik kelompok sasaran tentang tatalaksana hewan kurban yang baik dan benar untuk mencegah terjadinya penularan penyakit zoonotik,” imbuhnya.

 

Tambah Kartika, selain itu juga tersebarnya media (buku saku, lembar balik, poster dan video) ke kelompok sasaran yang nantinya digunakan oleh peserta pelatihan untuk mensosialisasikan ke keluarga, kelompok masyarakat disekitar tempat tinggal, serta peer groupnya.

 

“Dengan adanya program ini diharapkan juga dapat terjadi peningkatan kapasitas kelompok sasaran sehingga dapat mentransfer pengetahuan dan mencontohkan praktik yang benar ke masyarakat sekitarnya,” singkatnya. (Ang)

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *