Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Pastikan Hewan Kurban di Kota Bogor Sehat dan Cukup, Sekda Denny Mulyadi Sidak Lapak di Bubulak

×

Pastikan Hewan Kurban di Kota Bogor Sehat dan Cukup, Sekda Denny Mulyadi Sidak Lapak di Bubulak

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Enam hari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bogor memastikan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban dalam kondisi aman. Kamis, 21 Mei 2026, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Denny Mulyadi bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Dodi Ahdiat melakukan pengecekan langsung ke salah satu lapak penjualan hewan kurban di wilayah Bubulak, Kota Bogor.

Pengecekan dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur DKPP, Satpol PP, bagian perekonomian, aparat wilayah, hingga tim dokter hewan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat.

Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi mengatakan, hasil pengecekan sementara menunjukkan hewan kurban yang diperiksa dalam kondisi sehat dan telah memiliki dokumen kesehatan yang tervalidasi oleh DKPP Kota Bogor.

“Alhamdulillah hari ini kita mengecek sampling di satu titik lokasi di Bubulak. Tadi sudah saya cek terkait dokumen administrasinya yang sudah tervalidasi kesehatan hewannya oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” ujar Denny.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik hingga usia hewan kurban.

“Tadi juga sudah disimulasikan terkait tata cara pemeriksaan kesehatan. Mulai dari hidungnya harus basah, giginya harus memenuhi umur, tidak ompong, kemudian dicek terkait kaki, tidak ada luka-luka, badannya fit, tidak lemas, jadi kokoh,” jelasnya.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, kebutuhan sapi kurban di Kota Bogor mencapai sekitar 15.800 ekor. Namun tahun ini, Pemkot Bogor memperkirakan stok sapi yang tersedia melebihi kebutuhan masyarakat.

“Kalau saya simpulkan bahwa stok sapi yang tersedia mungkin di atas 18 ribu atau 19 ribu ekor. Ini saja saya cek barusan kepada penjual, sudah laku 80 persen dari hampir 400 ekor di satu titik ini,” katanya.

Selain memastikan kesehatan hewan kurban, Pemkot Bogor juga menyoroti penataan lapak penjualan hewan kurban agar tidak mengganggu ketertiban umum, khususnya penggunaan trotoar untuk berjualan.

Denny menegaskan para pedagang hewan kurban diminta menyediakan lokasi yang layak dan tidak menggunakan fasilitas umum seperti trotoar.

“Kami sudah komunikasi dan koordinasi dengan beberapa instansi terkait. Kami mengimbau kepada penyedia hewan kurban harus tertib dan tidak melanggar ketertiban umum. Jika ada yang melanggar, pihak wilayah maupun Satpol PP akan menegur. Jadi tidak ada jualan di trotoar, harus sudah ada lahan yang representatif,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bogor tidak menyediakan lahan khusus bagi pedagang hewan kurban. Para pengusaha atau penjual diminta mencari lokasi yang sesuai secara mandiri.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bogor Dodi Ahdiat mengungkapkan, pengaturan titik lapak hewan kurban saat ini memang belum diatur secara khusus dalam regulasi daerah. Namun, atas arahan Sekda Kota Bogor, Pemkot kini tengah mengkaji penyusunan aturan baru berupa Peraturan Wali Kota (Perwali).

“Insyaallah setelah rapat kemarin, atas instruksi Pak Sekda, kita bikin tim kecil untuk mengkaji regulasi tahun depan. Karena kita tidak ingin di wilayah kota masih ada lapak sembarangan di pinggir jalan. Secara kesehatan hewan juga kurang terjaga,” ujar Dodi.

Menurutnya, regulasi tersebut nantinya akan mengatur titik-titik lokasi yang diperbolehkan untuk lapak hewan kurban berikut kriteria dan persyaratannya.

“Nanti akan diatur titik-titik yang diperbolehkan, kriteria dan persyaratannya. Sekarang sedang dikaji oleh tim kecil,” katanya.

Terkait jumlah lapak hewan kurban di Kota Bogor, Dodi mengaku pihaknya belum dapat mendeteksi jumlah keseluruhan secara pasti. Namun berdasarkan data sementara Pemkot Bogor, terdapat sekitar 108 titik lapak hewan kurban yang telah teridentifikasi. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *