Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Jalan Pintas Batutulis Ditutup Total, Proyek Lawang Batutulis Dikebut Hingga Oktober 2026

×

Jalan Pintas Batutulis Ditutup Total, Proyek Lawang Batutulis Dikebut Hingga Oktober 2026

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi menutup total akses jalan pintas sementara di kawasan cagar budaya Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Langkah penutupan dan pembongkaran aspal ini diambil demi percepatan pengerjaan konstruksi megaproyek Lawang Batutulis yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada Oktober mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan bahwa akses jalan sementara yang selama ini ramai dilintasi pengendara sebetulnya dibuka secara swadaya oleh masyarakat.

Namun, jika ditinjau dari segmen keamanan, jalur pintas tersebut secara teknis belum layak dan belum memenuhi standar keselamatan karena titik longsor di area tersebut belum diperbaiki secara menyeluruh oleh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP).

“Oleh karena itu, demi percepatan pengerjaan konstruksi dan keselamatan bersama, kami meminta para pengguna kendaraan untuk bersedia memutar balik menggunakan jalur utama terlebih dahulu. Akses jalan ini akan ditutup total selama proses pengerjaan konstruksi berlangsung, dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada bulan Oktober mendatang,” ujar Juniarti Estiningsih di lokasi proyek, Kamis (4/6/2026).

Kembalikan Area Bekas Rel Menjadi RTH dan Pedestrian

Juniarti memaparkan, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), konsep penataan kawasan cagar budaya ini nantinya akan mengembalikan area bekas lintasan kereta api sementara tersebut menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta kawasan ramah pejalan kaki yang estetis.

Setelah pembongkaran jalan selesai, pengerjaan fisik akan langsung berlanjut ke item pedestrian, pembangunan struktur ikon Lawang Batutulis, pembuatan taman, hingga penataan trotoar di bagian atas yang terintegrasi rapi.

Di tempat yang sama, Penanggung Jawab Pelaksana Kontraktor, Haryono, menambahkan bahwa proyek ini memiliki masa kontrak pengerjaan yang relatif singkat, yaitu hanya 5 bulan, dengan target rampung tepat waktu sekitar tanggal 20 atau 21 Oktober.

Mengingat waktu yang terbatas, pihak kontraktor menerapkan sistem pengerjaan paralel atau berbarengan di tiga item utama, yakni pembuatan konstruksi jalan, pembangunan struktur Lawang Batutulis, serta penataan taman.

“Saat ini kami sedang melakukan penggalian untuk pembuatan Dinding Penahan Tanah (DPT) dan sistem drainase, sementara di sisi lain tim juga bekerja agar jalannya bisa tembus ke area bawah yang terintegrasi dengan taman. Setelah jalan ini dibuka, kami akan segera memasang pagar pengaman proyek di sekeliling lokasi agar aktivitas konstruksi tidak membahayakan warga,” urai Haryono.

Surati Kemenhub Minta Penguatan Struktur Underpass

Selain fokus pada pengerjaan area atas, Pemkot Bogor juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan jangka panjang di sekitar area underpass.

Melalui Wali Kota Bogor, pemerintah daerah secara resmi telah melayangkan surat kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Perkeretaapian untuk meminta agar struktur underpass di bagian bawah proyek segera diberikan treatment atau penguatan teknis.

Langkah preventif ini diambil agar fasilitas yang dibangun tidak memicu masalah teknis di kemudian hari akibat belum adanya intervensi dari pemerintah pusat.

Merespons koordinasi intensif dari Dinas PUPR Kota Bogor, Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa Barat diinformasikan telah memberikan atensi dan kini sedang berada dalam tahap persiapan pengerjaan teknis di lapangan.

“Kami tidak ingin konstruksi jalan dan taman di bagian atas yang kami bangun sudah bagus, namun justru timbul masalah teknis di bagian bawah (underpass) yang belum diintervensi oleh pusat. Kasihan masyarakat yang nanti menggunakan fasilitas ini,” pungkas Haryono. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *