Kota Bogor, BogorUpdate.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fetty Anggraeni, menyatakan dukungan penuh terhadap realisasi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bogor.
Legislator Fraksi Partai Golkar itu menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) tersebut agar berjalan sesuai target.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bogor, Fetty menilai keberadaan PSEL menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak.
Pasalnya, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga terus menyusut sehingga diperlukan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Sebagai perwakilan masyarakat dari Dapil Kota Bogor, saya berkomitmen penuh untuk mengawal proyek PSEL ini. Sampah adalah persoalan mendesak, dan PSEL ini adalah lompatan besar untuk mengubah masalah lingkungan menjadi sumber energi yang bermanfaat,” ujar Fetty, Sabtu (27/6/2026).
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat itu mengatakan akan mengambil peran aktif dalam menjembatani koordinasi antara Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah pusat.
Menurutnya, sinergi antarlembaga penting dilakukan agar tidak ada kendala regulasi maupun penganggaran yang menghambat pelaksanaan proyek.
Sementara itu, pembangunan PSEL yang direncanakan berlokasi di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, saat ini masih berada pada tahapan proses lelang di tingkat pemerintah pusat.
Lurah Kayumanis, Johan, menjelaskan bahwa proyek tersebut masih menunggu penetapan pemenang lelang yang pendanaannya berasal dari Danantara. Tim dari pemerintah pusat juga telah melakukan pengecekan lapangan untuk melihat kondisi riil lokasi pembangunan.
“Kalau sekarang, PSEL itu sebenarnya masih menunggu progres pemenang lelang dari pemerintah pusat melalui Danantara. Targetnya pemenang lelang harusnya di akhir bulan depan,” kata Johan.
Ia juga memastikan kondisi masyarakat di wilayah Kayumanis tetap kondusif meski sempat muncul berbagai isu terkait pembangunan PSEL. Pemerintah kelurahan telah melakukan sosialisasi sebagai langkah antisipasi agar informasi yang belum benar tidak berkembang di tengah masyarakat.
“Kalau pemerintah sendiri siap. Kita menunggu kondisi di wilayah dan insyaallah kondusif. Kemarin kami lakukan sosialisasi sifatnya untuk mencegah jangan sampai rumor negatif menyebar luas di media sosial, padahal prosesnya memang belum sampai ke sana,” jelasnya.
Menurut Johan, berbagai pertanyaan masyarakat mengenai dampak lingkungan akan dijawab secara terbuka melalui penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Dalam proses tersebut, warga sekitar akan dilibatkan sehingga dapat memperoleh informasi yang akurat dan menyeluruh.
“Masyarakat nanti bisa mengerti karena kita juga menunggu sosialisasi resmi saat proses Amdal dibuat. Dampak lingkungannya seperti apa nanti ikut disertakan masyarakat, agar kesimpangsiuran informasi bisa terjawab di sana,” ujarnya.
Sebagai proyek yang masuk dalam Program Strategis Nasional untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik, Johan berharap masyarakat dapat mendukung proses pembangunan PSEL.
“Harapan saya kepada masyarakat, mohon dukungannya karena program ini diperuntukkan oleh pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Kalaupun nanti ada permasalahan atau perbedaan pendapat, yuk kita sama-sama selesaikan dengan kepala dingin bersama pemerintah,” pungkasnya. (Abizar)











