Rancabungur, BogorUpdate.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto angkat suara terkait aksi viral tukang cukur yang ogah memasang Bendera Merah Putih di lapak pangkas rambutnya di Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Rudy menyayangkan kejadian tersebut terjadi jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI). Mengingat, bulan Agustus merupakan momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.
“Kalau kita tidak bisa berbuat baik untuk 100 orang, maka berbuat baik untuk 10 orang. Kalau kita tidak bisa berbuat baik untuk 10 orang, maka berbuat baiklah untuk satu orang dan kalau tidak bisa berbuat baik untuk satu orang minimal tidak membuat gaduh,” ujar Rudy kepada wartawan di Cibinong, Rabu, (12/8/2026).
Menurut Rudy, seharusnya tukang cukur bernama Nurhidayat itu mendukung segala peraturan yang dijalankan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
“Minimal mendukung apa yang sedang dikerjakan dan apa yang sedang dilaksanakan,” katanya.
Rudy menyebut, kejadian tersebut merupakan salah satu bentuk perpecahan sejak dini.
“Musuh utama bangsa kita adalah perpecahan, mari bersatu padu membangun bangsa, merajut segala perbedaan dan kerukunan bersama-sama karena benteng terakhir kita adalah persatuan,” paparnya.
Usai kejadian itu, Rudy menghimbau masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih dalam momentum bulan Agustus untuk mengenang perjuangan para pahlawan di masa lampau dalam meraih kemerdakaan bagi bangsa Indonesia.
“Sepintar apapun diri kita, sekaya apapun diri kita, sehebat apapun diri kita dan jasa kita tidak ada apa-apanya dibandingkan jasa para pejuang yang berjuang di medan pertempuran untuk kemerdekaan bangsa Indonesia yang dijajah Belanda 350 tahun dan 3,5 tahun kita melawan Jepang,” terangnya.
Sementara itu, Nurhidayat mengklarifikasi kejadian yang telah viral tersebut dan mengakui kesalahannya.
“Saya Nurhidayat pengusaha cukur rambut yang berada di Bantar Kambing dengan ini mengakui permohonan maaf atas ucapan saya kemarin yang mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka itu salah, Indonesia itu sudah merdeka. Merdeka!,” tukasnya. (Erwin)









