Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Awali MPLS 2026, Dedie Rachim Ajak Siswa SMPN 18 Tanam Pohon Cegah Dampak Perubahan Iklim

×

Awali MPLS 2026, Dedie Rachim Ajak Siswa SMPN 18 Tanam Pohon Cegah Dampak Perubahan Iklim

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengawali pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar aksi penanaman pohon bersama para siswa di SMP Negeri 18 Kota Bogor, Jalan Jati Luhur Blok H4, Komplek Baranangsiang Indah, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini sekaligus mengajak generasi muda berperan aktif menghadapi dampak perubahan iklim.

Dalam sambutannya, Dedie A. Rachim mengatakan penanaman pohon merupakan langkah sederhana yang memiliki makna besar sebagai media edukasi lingkungan bagi para pelajar. Menurutnya, pemanasan global yang terjadi saat ini tidak lepas dari aktivitas manusia sehingga diperlukan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam.

“Ini sebuah langkah kecil dari Kota Bogor untuk memberikan pembelajaran kepada kita semua bahwa global warming atau perubahan iklim yang kita hadapi saat ini pada dasarnya diakibatkan oleh ulah manusia,” ujar Dedie.

Ia menegaskan bahwa generasi muda sebagai pemilik masa depan harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan agar dampak pemanasan global tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“Kami ingin anak-anak sebagai pemilik masa depan bisa menikmati kehidupan yang baik dan normal. Jangan sampai global warming berubah menjadi global disaster. Karena itu penyadaran harus dimulai sejak sekarang kepada siswa SD, SMP, dan SMA agar peduli serta mau melestarikan lingkungan,” katanya.

Dedie berharap gerakan yang dimulai dari SMP Negeri 18 Kota Bogor tersebut dapat menjadi contoh dan diterapkan di seluruh sekolah di Kota Bogor sebagai budaya baru dalam setiap pelaksanaan MPLS.

“Kita mulai dari SMP Negeri 18. Mudah-mudahan bisa direplikasi di semua sekolah sehingga pada akhirnya Bogor tetap hijau dan lestari,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota bersama para siswa menanam berbagai jenis pohon, mulai dari pohon buah hingga pohon pelindung. Beberapa di antaranya adalah manggis, durian, alpukat, bisbul, serta berbagai jenis tanaman lain yang memiliki manfaat ekologis maupun ekonomis.

Sebagai bentuk pelibatan aktif peserta didik, bibit pohon juga diserahkan secara simbolis kepada jajaran pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), mulai dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris hingga Bendahara. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak dalam menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam.

Menurut Dedie, program penanaman pohon tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Pemkot Bogor bahkan telah menerbitkan surat edaran agar kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun ajaran baru.

“Saya sudah membuat surat edaran. Program ini tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong, tetapi harus konsisten setiap tahun pelajaran baru. Yang paling penting adalah memastikan tanaman yang ditanam terus dimonitor pertumbuhan dan perkembangannya sampai benar-benar terawat dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, manfaat pohon tidak hanya menghasilkan buah, tetapi juga menjadi sumber oksigen yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan.

“Yang paling penting bukan hanya menghasilkan buah, tetapi menghasilkan oksigen,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua OSIS SMP Negeri 18 Kota Bogor, M. Adelard Djamil, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada para siswa untuk merawat pohon-pohon tersebut.

Ia berharap tanaman yang ditanam hari ini dapat terus dijaga oleh generasi siswa berikutnya hingga tumbuh besar dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.

“Saya berharap nanti walaupun saya sudah lulus, pohon ini tetap dirawat oleh adik-adik dan pengurus OSIS selanjutnya. Mudah-mudahan nanti saat saya sudah kuliah atau bekerja, pohon ini sudah berbuah dan bisa dinikmati oleh anak-anak di sekolah,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai pesan Wali Kota agar para siswa terus memantau perkembangan tanaman tersebut, Adelard memastikan komitmen itu akan dijalankan.

“Pasti akan dilakukan. Saya akan datang lagi ke sini sesuai janji,” katanya sambil tersenyum.

Melalui program penanaman pohon dalam rangka MPLS ini, Pemkot Bogor berharap lahir budaya baru di lingkungan sekolah yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Selain menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau, program ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui keterlibatan aktif generasi muda. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *