Kota Bogor, BogorUpdate.com – Pemerintah Kota Bogor bersama Panitia Festival Merah Putih (FMP) resmi membuka rangkaian Festival Merah Putih (FMP) XI Tahun 2026 dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pembukaan festival ditandai dengan Opening Ceremony di Makorem 061/Suryakancana, Kota Bogor, Jumat (31/7/2026).
Festival tahunan yang telah menjadi ikon Kota Bogor ini akan dimeriahkan dengan pemasangan 5.000 bendera Merah Putih dan umbul-umbul di berbagai ruas jalan, kawasan permukiman, hingga ruang publik. Selain itu, panitia juga menyiapkan 17 rangkaian kegiatan yang akan berlangsung sepanjang Agustus 2026.
Hadir dalam pembukaan tersebut Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi, Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio, serta jajaran Forkopimda, panitia, komunitas, dan masyarakat.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan Festival Merah Putih merupakan tradisi khas Kota Bogor yang tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.
“Ini perayaan kita sebagai warga Kota Bogor yang sangat guyub. Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana membangun manusia Bogor yang dilandasi rasa persahabatan, kekeluargaan, serta saling mencintai dan memiliki,” ujar Dedie.
Ia berharap seluruh rangkaian Festival Merah Putih dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan bulan kemerdekaan dengan penuh semangat kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga mengumumkan bahwa sebanyak 5.000 bendera Merah Putih dan umbul-umbul akan dipasang di seluruh wilayah Kota Bogor.
“Bukan hanya yang disiapkan panitia, tetapi kami juga mengimbau masyarakat agar ikut memasang bendera Merah Putih maupun umbul-umbul di rumah, lingkungan, maupun tempat usahanya masing-masing,” katanya.
Salah satu tradisi yang kembali dihadirkan dalam Festival Merah Putih adalah pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih di Tugu Kujang setiap hari selama festival berlangsung.
Pengibaran dijadwalkan setiap pukul 07.00 WIB, sedangkan penurunan dilakukan pukul 17.00 WIB. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi muda.
Dedie juga memastikan proses renovasi Tugu Kujang ditargetkan selesai pada 16 Agustus 2026, sehingga ikon Kota Bogor tersebut siap digunakan sebagai pusat kegiatan Festival Merah Putih menjelang peringatan HUT RI ke-81.
“Target penyelesaian renovasi Tugu Kujang pada 16 Agustus. Setelah itu lokasi siap dihias dan digunakan untuk pelaksanaan Festival Merah Putih serta pengibaran bendera menjelang 17 Agustus,” jelasnya.
Sementara itu, Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio yang membuka secara resmi Festival Merah Putih berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga Festival Merah Putih dapat berjalan aman, tertib, dan lancar serta memberikan maslahat bagi masyarakat Kota Bogor khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Ketua Panitia Festival Merah Putih, Syahrial M. Said, mengatakan penyelenggaraan FMP tahun ini mengusung semangat nasionalisme yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan budaya, olahraga, sosial, edukasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu bangsa sehingga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat untuk mengisinya dengan karya nyata.
“Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah warisan perjuangan para pendahulu. Karena itu menjadi tanggung jawab kita untuk mengisi kemerdekaan dengan karya-karya, menjaga persatuan di tengah perbedaan, dan terus berjuang bersama untuk Kota Bogor yang lebih baik,” kata Syahrial.
Tahun ini, Festival Merah Putih menghadirkan 17 agenda utama yang digelar sepanjang Agustus. Beberapa di antaranya meliputi Kirab Merah Putih, pengibaran dan penurunan bendera di Tugu Kujang, Festival Kopi Legendaris, kegiatan UMKM, pengembangan ekonomi kerakyatan, olahraga, edukasi kebangsaan, hingga berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.
Selain itu, panitia juga menjalankan program pemberdayaan rumah ibadah melalui penanaman pohon alpukat sebagai upaya menciptakan sumber ekonomi baru sekaligus mendukung penghijauan Kota Bogor.
“Festival Merah Putih harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu kami menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, meningkatkan potensi wisata, sekaligus memperkokoh rasa nasionalisme,” tutur Syahrial.
Salah satu agenda baru tahun ini adalah Padel Championship yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Panitia memastikan seluruh bendera Merah Putih telah siap didistribusikan sehingga pemasangan dapat selesai sebelum puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Memasuki penyelenggaraan ke-11, Festival Merah Putih terus menjadi agenda tahunan unggulan Kota Bogor yang mempertemukan pemerintah, TNI-Polri, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat dalam semangat kolaborasi untuk menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, dan memeriahkan bulan kemerdekaan Indonesia. (Abizar)












