Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Kerap Banjir, Pemkot Bogor Genjot Pembangunan Drainase di Cibadak

×

Kerap Banjir, Pemkot Bogor Genjot Pembangunan Drainase di Cibadak

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Perumahan Tamansari Persada, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor kerap banjir. Hal itu karena drainase maupun saluran air di wilayah tersebut tidak maksimal, sehingga jika hujan turun membuat Perumahan elit di kawasan Jalan Soleh Iskandar itu kerap banjir.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bogor tengah berupaya menanggulangi permasalahan banjir di wilayah Cibadak melalui pengerjaan infrastruktur drainase secara bertahap.

“Setelah menyelesaikan pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 500 meter pada tahun 2025, Pemkot Bogor berencana melanjutkan intervensi pembangunan drainase hingga ke area hilir yang berbatasan dengan Kelurahan Mekarwang,” ujar Pemkot Bogor melalui Lurah Cibadak Herry Chaerudin kepada wartawan, Senin (10/8/26).

Herry menambahkan, langkah penanganan banjir ini juga didukung oleh upaya pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor secara rutin melakukan pengerukan dan normalisasi setu setiap hari.

“Hasil pengerukan lumpur dan material sedimen tersebut langsung diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk menjaga daya tampung air tetap optimal,” kata Herry.

Dia mengklaim, intervensi yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor dapat menekan banjir yang kerap terjadi di wilayahnya.

“Dulu di sini merupakan kawasan rawa, namun dengan perkembangan zaman banyak bangunan berdiri. Akibatnya, serapan air berkurang sehingga air tumpah ke permukaan. Namun, dengan adanya intervensi pemerintah, banjir tersebut bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Di samping fokus pada penanganan banjir, perhatian juga tertuju pada potensi ekonomi lokal di wilayah tersebut, salah satunya keberadaan Kampung Bising yang dikenal sebagai sentra perajin wajan dan kuali.

Herry mengatakan, usaha kerajinan ini telah berlangsung secara turun-temurun selama kurang lebih 30 tahun dan menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat setempat.

“Hampir 80 persen kepala keluarga di Kampung Bising menggantungkan hidupnya dari industri rumahan pembuatan alat masak berbahan logam ini,” kata dia.

Untuk memperluas jangkauan pasar, para pelaku UMKM di kawasan tersebut kini mulai memanfaat pamasaran digital (digital marketing). Adopsi teknologi ini memudahkan pemesanan dari konsumen luar daerah, melengkapi metode penjualan manual yang selama ini dijalankan.

Meski pemanfaatan pemasaran digital telah membuka akses pasar interdaerah, distribusi produk kuali dan wajan dari Kampung Bising saat ini masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan pasar lokal dan belum menembus pasar mancanegara. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *