Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPeristiwa

ASN Pemkot Bogor Diduga Hanyut di Cisadane, Jenal Mutaqin Minta Keluarga Tetap Kuat

×

ASN Pemkot Bogor Diduga Hanyut di Cisadane, Jenal Mutaqin Minta Keluarga Tetap Kuat

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meninjau langsung lokasi pencarian seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Bayu Zulkarnain (36), yang diduga terjatuh ke aliran Sungai Cisadane dari jembatan penghubung Cipaku-Pamoyanan, Jumat (14/8/2026).

Setibanya di lokasi, Jenal tampak berkaca-kaca saat bertemu dengan anak korban. Ia kemudian memberikan semangat kepada keluarga dan meminta mereka tetap sabar menghadapi proses pencarian.

Jenal juga mengajak keluarga untuk terus berdoa dan berharap Bayu dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Doain ayah ya, syukur-syukur ayah masih selamat. Kita semua berusaha untuk menemukan ayah. Kita berdoa untuk ayah, kamu sabar ya, harus tetap semangat,” ungkap Jenal kepada anak korban.

Di hadapan keluarga, Jenal menyampaikan bahwa seluruh unsur yang terlibat terus berupaya melakukan pencarian. Ia juga mengajak masyarakat Kota Bogor untuk bersama-sama mendoakan agar korban segera ditemukan.

“Mohon doanya dari seluruh masyarakat, mudah-mudahan korban segera ditemukan,” kata Jenal.

Diduga Terjatuh Saat Pulang Kerja

Sebelumnya, Bayu Zulkarnain, ASN di lingkungan Pemkot Bogor, dilaporkan diduga terjatuh ke Sungai Cisadane pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan peristiwa tersebut diketahui setelah korban pulang kerja dan melintasi jembatan penghubung Cipaku-Pamoyanan.

“Setelah Magrib yang bersangkutan pulang kerja dan melintas. Memang biasanya beliau pulang-pergi melewati jembatan penghubung tersebut,” kata Dimas kepada wartawan.

Namun, hingga kini belum ada saksi mata yang melihat langsung detik-detik korban diduga terjatuh.

Petugas justru menemukan sepeda motor milik Bayu dalam kondisi masih menyala di atas jembatan.

“Dugaannya ketika turunan di ujung jembatan. Tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung dan ditemukan motornya masih menyala di jembatan,” ujarnya.

Dugaan korban terjatuh ke aliran sungai semakin menguat setelah petugas menemukan sejumlah barang milik Bayu, di antaranya helm dan tas.

Menurut Dimas, titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh berada cukup tinggi dari permukaan air, dengan jarak diperkirakan mencapai sekitar 100 meter.

“Dugaan sementara yang bersangkutan terjatuh ke aliran di bawah jembatan karena diperkuat dengan ditemukannya helm dan tas,” jelasnya.

Pencarian Hari Kedua

Hingga Jumat (14/8/2026), tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap Bayu dengan menyisir area sekitar aliran Sungai Cisadane di bawah jembatan.

Pencarian telah dilakukan sejak malam setelah kejadian dan kembali dilanjutkan pada Jumat pagi.

Dimas mengatakan proses pencarian dimulai kembali sekitar pukul 09.00 WIB dengan melibatkan petugas gabungan.

“Saat ini petugas masih melakukan pencarian. Semalam dan saat ini mulai pukul 09.00, mudah-mudahan korban ada hasil dari pencarian ini,” pungkasnya.

Keluarga korban hingga kini masih menunggu dengan harapan Bayu dapat segera ditemukan. Sementara itu, tim gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *