Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Semarak HUT RI ke-81, Warga BCC Gelar Lomba Panjat Bambu Licin Berhadiah Jutaan Rupiah

×

Semarak HUT RI ke-81, Warga BCC Gelar Lomba Panjat Bambu Licin Berhadiah Jutaan Rupiah

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Semangat kemerdekaan terasa begitu hangat di Perumahan Bukit Cimanggu City (BCC), Kota Bogor, Jawa Barat. Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga RT 10 RW 14 menggelar rangkaian perlombaan yang berlangsung meriah pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Bukan sekadar lomba untuk memperebutkan hadiah, perayaan kemerdekaan kali ini menjadi panggung kebersamaan warga. Anak-anak, bapak-bapak hingga ibu rumah tangga tumplek blek mengikuti berbagai permainan dengan satu modal utama, semangat!

Salah satu yang paling menyedot perhatian tentu saja panjat pinang. Namun, ada yang berbeda. Warga tidak menggunakan batang pohon pinang sebagaimana tradisi lomba 17 Agustus pada umumnya.

Sebatang bambu besar yang telah dicat menjadi arena pertarungan. Batang bambu itu kemudian dibalur mentega dan minyak sayur, membuat permukaannya licin dan sulit ditaklukkan.

Di bagian atas, berbagai hadiah telah menanti. Nilainya mencapai jutaan rupiah.

Teriakan warga pecah setiap kali peserta mulai merangkak, memanjat, terpeleset dan kembali mencoba. Satu orang mungkin gagal mencapai puncak, tetapi kegagalan itu justru menjadi bahan bakar bagi peserta berikutnya.

Tawa pun bersahutan. Semangat semakin membara.

Panjat pinang akhirnya bukan hanya soal siapa yang paling cepat mencapai puncak. Di sana ada kerja sama, strategi, saling menopang dan keberanian untuk mencoba lagi.

Kemeriahan juga terasa dalam berbagai perlombaan lainnya. Peserta datang dari berbagai kelompok usia. Setelah jalan santai warga keliling komplek di pagi hari lanjut lomba hingga siang.

Anak-anak ikut bertanding, para bapak turut berjibaku, sementara ibu-ibu rumah tangga tidak mau kalah menunjukkan semangat kompetitifnya.

Salah satu permainan yang paling mencuri perhatian adalah tantangan memasukkan pensil ke dalam botol dengan bantuan kaca spion. Permainan yang belakangan viral itu sukses mengundang tawa sekaligus ketegangan.

Gerakan peserta terlihat sederhana, tetapi praktiknya jauh lebih sulit. Konsentrasi menjadi kunci. Sedikit saja meleset, pensil kembali gagal masuk ke botol.

Sorak-sorai penonton pun menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap pertandingan.

Menariknya, hadiah jutaan rupiah yang disiapkan dalam rangkaian lomba tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat dan dukungan sponsor Bank Jakarta serta dukungan para tokoh masyarakat seperti ketua DPRD Kota Bogor Aditia Adil dan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto.

Ketua RT 10 RW 14, Yudi Hermawan, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh warga dan panitia yang telah bekerja sejak persiapan hingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

“Terima kasih khususnya warga RT 10 yang sudah memberikan kontribusi dukungan materi dan immateri, khususnya panitia yang telah menyiapkan dari awal sampai akhir hari ini, 16 Agustus, dari pagi hingga malam hari, mulai dari jalan santai, lomba bapak, ibu, anak, panjat pinang semua kalangan hingga malam keakraban 17 Agustus 2026 HUT RI ke-81,” kata Yudi.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Ada tujuan yang jauh lebih penting, yakni mempererat hubungan antarwarga.

“Intinya ingin memperkuat tali silaturahmi dalam rangka HUT RI, adil, berdaulat dan sejahtera bagi kita semua. Semangat! Dan terus jaya!” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT RI ke-81 RT 10, Tuntum Purbadi, menegaskan bahwa semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut adalah keakraban dan kekompakan warga.

Menurut Tuntum, seluruh rangkaian kegiatan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai gotong royong, kebersamaan, persatuan serta nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Semangat itu terlihat jelas sepanjang perlombaan. Tidak ada sekat usia, status maupun kelompok. Semua melebur dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Panjat pinang dengan bambu licin pun menjadi gambaran kecil tentang bagaimana perjuangan tidak pernah dilakukan sendirian. Untuk mencapai puncak, peserta harus saling membantu.

Begitu pula dengan kehidupan bermasyarakat. Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin sibuk, tradisi lomba 17 Agustus menjadi ruang sederhana untuk kembali bertemu, tertawa bersama dan saling mengenal.

Karena itu, ketika satu peserta akhirnya berhasil mencapai puncak bambu dan meraih hadiah, yang bersorak bukan hanya timnya.

Seluruh warga ikut merayakan.

Sebab, di Bukit Cimanggu City, kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan bendera merah putih.

Kemerdekaan juga dirayakan dengan tawa, keringat, gotong royong dan kebersamaan. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *