Cibinong, BogorUpdate.com – Rencana Bupati Bogor Rudy Susmanto menaikkan insentif bagi guru ngaji mendapat apresiasi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor.
Insentif yang sebelumnya sebesar Rp 700 ribu per orang per tahun diusulkan naik menjadi Rp1 juta per orang per tahun. Rencana kenaikan tersebut akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026.
Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad, menilai kebijakan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri memberikan pendidikan keagamaan kepada masyarakat.
Menurutnya, kenaikan insentif akan sangat membantu para guru ngaji, terutama mereka yang mengajar di wilayah pelosok Kabupaten Bogor.
“Ini sangat membantu para guru-guru ngaji di pelosok dalam memenuhi kebutuhannya,” kata Gus Abdul Somad, Sabtu (22/8/2026).
Ia menuturkan, tidak sedikit guru ngaji yang menjalankan pengabdian dengan kondisi ekonomi sederhana. Karena itu, peningkatan insentif dinilai menjadi bentuk penghargaan atas peran mereka dalam memberikan pendidikan agama kepada masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Ustad Heri Alkhusaeri. Ia menilai rencana kenaikan insentif tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemkab Bogor terhadap guru-guru ngaji yang selama ini mengabdi di berbagai wilayah.
“Alhamdulillah, semoga Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Pak Rudy Susmanto selalu diberikan keberkahan,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan rencana menaikkan insentif bagi 8.400 guru pendidikan keagamaan Islam non-PNS yang mengajar di sekolah nonformal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan peningkatan insentif guru ngaji menjadi salah satu prioritas Bupati Rudy Susmanto.
“Yang menjadi prioritas kita adalah bagaimana kita memberikan insentif terhadap guru ngaji. Kita akan berikan kenaikan nanti di APBD Perubahan 2026 dari yang semula Rp700 ribu per orang per tahunnya menjadi Rp1 juta per orang per tahunnya,” ujar Ajat.
Dengan jumlah penerima mencapai 8.400 orang dan besaran insentif Rp1 juta per orang, Pemkab Bogor menyiapkan anggaran sekitar Rp8,4 miliar.
Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan, menjelaskan data 8.400 guru ngaji tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor.
“Guru ngaji yang dikoordinasikan oleh Kemenag Kabupaten Bogor yang jumlahnya ada 8.400 orang dan teknis pembagiannya dalam bentuk hibah,” tutup Wildan.










